Pasien Keracunan Dipulangkan, Puskesmas Angsana Tetap Siaga

19.048 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID PANDEGLANG – Akibat dugaan keracunan sebanyak 13 orang warga desa Sumurlaban, kecamatan Angsana usai meminum Es Cingcauw  pada, Senin (22/10/2018) malam lalu sudah membaik dan di pulang oleh pihak Puskesmas kecamatan Angsana.

Advertisement

Kepala Puskesmas Angsana Agus Surya mengatakan, dari 13 warga empat warga  yang sempat dirawat karena mengalami diare tersebut sudah di nyatakan sehat kembali.

” Empat orang yang sempat di infus tersebut, sudah bisa kembali pulang, karena sudah dinyatakan sehat oleh dokter yang menanganinya,” kata Agus, Kamis 25 Oktober 2018.

Menurut Agus, pihaknya kesulitan untuk memastikan warga tersebut akibat keracunan atau bukan tanpak melakukan ujilab terhadap minuman yang dinkonsumsi warga tersebut.

” Kita tidak memiliki sempel yang bisa dilakukan pemeriksaan, sehingga tidak bisa menyimpulkan secara langsung tanpak adanya uji lab, tetapi memang semua cerita pasien tersebut usai meminum es cingcau, untuk memastikan tidak ada lagi warga yang di duga keracunan tersebut, kami sudah menurunkan tim kelapangan untuk melakukan pengecekan oleh Bidan Pembina desa juga sudah melakukan pengecekan, bahkan info dari tim tidak ada lagi penambahan, Kita juga berharap jangan sampai ada lagi,” ucapnya.

Dengan adanya kejadian tersebut kata dia, pihaknya akan rutin melakukan penyuluhan terkait pembuatan makanan yang higienis. Sehingga, tidak terjadi lagi kasus serupa.

” Karena dari ceriatanya kasus ini dari tukang cingcau, maka kami akan memberikan penyuluhan kepada pedagang. Agar dalam proses pembuatannya bisa higienis, sehingga tidak merugikan masyarakat sebagai konsumen,” ujarnya.

Sementara itu ketua Komisi IV DPRD Pandeglang E Supriadi mengatakan, dengan adanya kasus tersebut pihak puskesmas untuk melakukan pendataan semua pedagang di wilayahnya masing-masing. Terutama bagi pedagang yang membuat dagangannya sendiri.

” Kalau di kampung-kampung kan banyak pedagang yang membuat danganya seperti kueh es dan yang lainnya yang dibuat dirumahnya masing-masing. Kalau sudah memiliki datanya kan, pihak puskesmas bisa memberikan penyuluhan dalam membuat makanan atau minuman yang akan di jualnya tersebut yang higienis,” ujarnya.