BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) Cempaka yang terletak di desa Kersamenak kecamatan Tarogong Kidul resmi menjadi PAUD binaan Dharma Wanita Persatuan ( DWP ) Dinas Perumahan dan Pemukiman.
Hal ini dibuktikan dengan adanya penandatanganan Memorandum Of Understanding ( Mou ), antara DWP Disperkim Garut dengan Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) Cempaka desa Kersamenak kecamatan Tarogong Kidul kabupaten Garut. Rabu 7 September 2022.
Ketua DWP Disperkim Hj Rina Ahmad mengatakan, kerjasama yang dilakukan antara DWP Disperkim dengan PAUD Cempaka merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab dalam pembinaan pendidikan di sekitar lingkungan kerja Dinas Perumahan dan Pemukiman, serta wilayah anggota DWP Disperkim.
” Ini suatu bentuk tanggung jawab moral dan rasa peduli terhadap perkembangan masa depan generasi penerus bangsa, disitulah DWP Disperkim Garut sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Garut” kata Rina Ahmad.
Rina menerangkan, penjajakan dalam menganalisa dan menilai PAUD – PAUD yang akan dijadikan binanan sudah sejak dari bulan Maret 2022, melalui proses musyawarah bersama anggota, maka pada bulan Juli kita mulai melaksanakan kerjasama dengan beberapa PAUD , salah satunya PAUD Campaka ini.
” Dan Alhamdulillah, positif nya di bulan Juli kami mulai melakukan kerjasama sebagai PAUD binaan DWP Disperkim” terang Rina.
Selain itu imbuhnya, banyak hal – hal yang perlu perhatian khusus di wilayah anggota DWP dan lingkungan kerja Disperkim yang menjadi tanggung jawab moral DWP Disperkim Garut.
” Untuk itu, selain kerjasama dengan PAUD, kami juga tengah mempersiapkan kerjasama ( Mou ) dengan Posyandu – Posyandu yang ada di sekitar kantor dan wilayah anggota DWP Disperkim” imbuhnya.
Rina menerangkan, dalam kesempatan hari ini, pihaknya berkesempatan untuk menyerahkan bantuan uang tunai, pakaian kerja bagi staf pengajar, dan memberikan makanan serta minuman sehat kepada semua anak – anak PAUD Cempaka.
” Kami juga kedepan akan memikirkan bagaimana PAUD ini untuk memiliki ruang belajar representatif, yang selama ini belum mempunyai ruang belajar sendiri karena masih mengontrak di lingkungan setempat” pungkasnya.










