Peduli Tuna Netra, Pengurus DPC PDI Perjuangan Serahkan Bantuan

16.286 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Rasa kemanusian ditunjukan pengurus DPC PDI Perjuangan kabupaten Garut terhadap para tuna netra berprofesi sebagai tukang pijat yang terkena dampak akibat wabah Covid – 19 yang melanda kabupaten Garut. Bersama ketua DPC PDI Perjuangan Garut Yudha Puja Turnawan jajaran pengurus Ari Maria Hasan Wakil ketua, Bendahara Inggun Wibisono ( Koko ) Bendahara serta rombongan mendatangi rumah singgah tuna netra di kampung Maktal kelurahan Paminggir kabupaten Garut, Selasa Malam 5 Mei 2020.

Kepada Buanaindonesia ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten Garut Yudha Puja Turnawan mengatakan, kedatangannya ditempat rumah singgah tuna netra ini untuk menyerahkan sumbangan dari jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Garut kepada mereka para tuna netra yang berprofesi sebagai tukang pijat yang viral di media sosial.

Advertisement

” Bersama pengurus kami berinisiatif untuk memberikan sumbangan berupa Sembako dan uang tunai hasil dari donasi rekan – rekan pengurus DPC PDI Perjuangan kabupaten Garut” kata Yudha Puja Turnawan.

Menurut Yudha, diberlakukannya anjuran Social dan physical distancing tentunya sangat berimbas sekali kepada mereka para tuna netra yang berprofesi sebagai tukang pijat ini, apabila memaksakan untuk menerima pelanggan akan beresiko tinggi terpapar wabah virus Corona, sedangkan mereka hanya menghasilkan uang untuk biaya hidup dari orang yang memakai jasanya.

” Barusan saya mendengar dari mereka bahwa selama anjuran social dan physical distancing mereka berhenti menerima jasa pijat dari pelanggannya karena khawatir terpapar virus Corona, dengan resiko tidak memiliki penghasilan sama sekali, ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah untuk bisa menganggarkan Sosial Safety Net atau jaring pengalaman Sosial kepada masyarakat ekonomi rendah yang paling terdampak baik sektor informal maupun formal seperti tukang pijat tuna netra ini” ujarnya.

Satu hal lagi ujar Yudha, program pelayanan kesehatan penduduk miskin yang telah dianggarkan sebesar Rp 800 juta bagi biaya kesehatan keluarga miskin melalui Lapad Rumaha lebih dioptimalkan lagi bagi mereka yang membutuhkan medis.

” Contohnya bagi salah satu tuna netra yang saat ini harus dioperasi matanya dan membutuhkan biaya, tolong di bantu oleh Pemkab Garut dengan anggaran tersebut, saya akan mencoba berkomunikasi dengan Bupati Garut untuk membantu ibu tersebut” ujarnya.

Sementara itu pemilik rumah singgah tuna netra Erwin menyampaikan terima kasih kepada para pengurus DPC PDI Perjuangan yang telah datang dengan memberikan bantuan sembako dan uang kepada para tuna netra yang ada disini.

” Bantuan yang diberikan oleh PDI Perjuangan Garut sangat membantu sekali bagi kami dalam kondisi sekarang ini, dimana sejak wabah Corona melanda kabupaten Garut kami hanya berdiam diri tanpa beraktifitas menerima pelanggan jasa pijat karena khawatir dengan resiko terpapar virus Corona, mewakili rekan – rekan tuna netra yang ada disini saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dari jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan kabupaten Garut” ucap Erwin.