Pembuat Petisi Online Berhentikan Setya Novanto Gelar Konpers. Ini Isinya

8.502 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Aat Safaat Hodijat, kader Golkar yang juga pembuat petisi online mendorong diturunkannya Setya Novanto dari kursi ketua umum Golkar, menggelar konfrensi pers terkait latar belakang dirinya menggulirkan petisi online tersebut

” Sebagai masyarakat atau kader merasa kecewa dan akan ada reaksi yang lebih dasyat jika tidak dipenuhi. Bisa saja rakyat meninggalkan Golkar. Bisa saja pecah bisa saja bubar, ” kata Aat di kantor DPD Kota Bandung, selasa, 28 November 2017

Advertisement

Lanjut Aat, petisi akan terus berjalan sampai adanya Munaslub Golkar terselenggara. Kata Aat, suara kader dan rakyat harus didengar

” ¬†Sampai munaslub saja. Sulit memprediksi persoalan ini karena kewenangan DPP. Apakah dinamika ini akan merubah rekomendasi. Keinginannya partai ini mencetak pemimpin dari kadernya sendiri, ” tambahnya

Ditanya wartawan soal mengapa memilih online tidak konvensional, Aat menjawab, pihaknya memanfaatkan bantuan teknologi untuk menggulirkan aspirasinya sebagai warga dan kader Golkar

“‘Ini kan era teknologi ya, semua serba mudah. Itu kan situs yang dikelola secara profesional, harus cantumkan email dan nama. Satu orang satu klik, ya saya kira sulit fiktif. Lalu kalau kita harus kumpulkan 1 juta orang ( secara konvensional ) kan butuh waktu sangat lama. Kalau ada teknologi yang mempermudah, akurat, kenapa tidak kita manfaatkan itu, ” jelas Aat

Sebelumnya, petisi online mendorong dicopotnya Setya Novanto dari ketua umum Golkar dan ketua DPR RI setelah Setnov resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus megakorupsi KTP elektronik. Berikut kutipan petisi online tersebut

Pasca penetapan Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka Korupsi E-KTP yang penuh drama, mengusik rasa keadilan dan akal sehat rakyat Indonesia. Perilakunya sebagai seorang pemimpin partai politik terbesar ke 2 dan lembaga kekusaan negara di Republik ini telah mencoreng nama bangsa dimata dunia internasional.

Partai Golkar sebagai asset bangsa tidak bisa diabaikan kehadirannya, yang selama ini telah mendapat tempat di hati rakyat Indonesia sebagai pemilihnya perlu untuk diselamatkan dalam menjaga stabilitas politik nasional.

Sejak 19 November 2017 petisi itu telah ditandatangani 15.000 an penandatangan sejak pertamakali dirilis pada 19 November 2017.

EDITOR FP