Pembukaan MTQ Ditinggalkan Ratusan Peserta Defile

8.623 dibaca

BUANAINDONESI.CO.ID Pandeglang – Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Pandeglang tahun 2018 di buka langsung oleh Bupati Hj Irna Narulita dan dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pandeglang, Pembukaan MTQ Tahun 2018 dipusatkan di Gedung serbaguna Hotel Rizky Kecamatan Kaduhejo, pada Senin 26 November 2018 malam.

Advertisement

Namun pembukaan MTQ kali ini jauh dari kata meriah. Selain tidak adanya pawai ta’aruf, dipertengahan prosesi pembukaan pun ditinggalkan peserta defile sebelum memasuki acara inti, akibatnya ratusan kursi yang sudah disediakan panitia terlihat kosong bahkan sejumlah petugas Satpol PP harus menggiring beberapa peserta defile yang berada di luar gedung untuk memasuki area menjelang sambutan bupati.

Hal ini tak lepas dari molornya acara dari jadwal yang sudah ditentukan. Semula berdasarkan jadwal, acara sedianya dimulai pukul 19.00 WIB. Namun baru dimulai pada pukul 20.30 WIB lantaran harus menunggu datangnya bupati.

” Kita sudah datang dari sore mas karena dijadwal mulai pukul 19.00 WIB. Tetapi nyatanya baru mulai hampir pukul 21.00 WIB. Mana kita berdiri pula nunggu bupati datang,” keluh seorang peserta defile yang enggan menyebutkan identitasnya.

Dia menilai, tiadanya pawai ta’aruf kali ini sedikit mengurangi animo. Terlihat dari banyaknya peserta khafilah yang memilih keluar gedung dan pulang lebih awal.

” Kurang seru, yah karena engga ada pawai. Jadi kurang meriah gitu. Tapi memang cuaca juga habis hujan, sih,” ucapnya.

Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Pandeglang, Abdul Gaffar menuturkan, tidak adanya pawai ta’aruf kali ini karena minimnya anggaran. MTQ tahun 2018 hanya dibekali biaya sekira Rp500 juta.

” Anggaran MTQ hanya Rp500 juta, itu akibat adanya rasionalisasi anggaran disemua OPD. Makanya tidak ada Pawai Ta’aruf, hanya ada penampilan defile dari masing-masing kafilah atau kecamatan,” jelasnya.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengaku keterlambatan dirinya ke lokasi acara lantaran informasi dari panitia bila kesiapan peserta defile belum 100 persen. Ternyata ada kekeliruan informasi.

” Ibu (Irna menyebut dirinya, red) mau jalan 19.30 WIB. Tetapi katanya kesiapan peserta baru 30 persen. Pukul 20.00 WIB dikabari juga masih 30 persen. Ternyata mereka (peserta defile) di luar untuk kegiatan defile tadi,” kilahnya.

Sedangkan disinggung mengenai minimnya anggaran MTQ tahun ini, Irna tidak menampik. Namun dia berdalih bila hal itu disebabkan porsi anggaran yang difokuskan untuk pelayanan dasar. Akan tetapi ia berjanji tahun depan akan berupaya meningkatkan pembiayaan MTQ.

” Beberapa hal kita fokus kepelayanan dasar. Pembangunan inprastuktur, mungkin memang alokasinya kurang besar dan maksimal. Tetapi mudah-mudahan tahun depan bisa ditingkatkan. Tetapi jangan mengecilkan semangat qori dan qoriah meski anggarannya minim. Semangatnya jangan berkurang,” pesan Irna.

Adapun perhelatan MTQ 2018, digelar selama tiga hari, terhitung sejak tanggal 26-28 November 2018. Ada lima cabang yang dilombakan, meliputi cabang Tilawatil Quran, Fahmil Quran, Syahril Quran, Qiroatul Qutub, dan Hifdzul Hadits. Sedangkan jumlah peserta mencapai 481 orang.