
BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Sekolah Dasar (SD) Negeri 4 Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda Ke-89 Tahun 2017, menggelar rangkaian kegiatan seperti upacara bendera, fashion show mengenakan pakaian adat serta karnaval pada Sabtu 28 Oktober 2017 bertempat di halaman sekolah, rangkaian kegiatan diawali dengan upacara bendera.
Ada pemandangan unik dalam pelaksanaan upacara bendera tersebut. Selain para siswa menggunakan pakaian adat yang ada di Indonesia, biasanya dalam pelaksaaan upacara bendera yang menjadi petugas upacara adalah anak didik. Akan tetapi untuk pelaksanaan upacara bendera kali ini yang menjadi petugas upacaranya adalah kepala sekolah dan staf pengajar (guru).
Rena Sudrajat Camat Karangpawitan ditunjuk sebagai pembina upacara dan yang menjadi pemimpin upacara Jujun Junaedi selaku Kepala Sekolah.
Turut hadir Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kecamatan Karangpawitan, Ketua Komite, Tokoh Pemuda dan Masyarakat yang ada di lingkungan sekolah.
Dalam amanatnya Rena menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran SD Negeri 4 Lebakjaya mulai dari kepala sekolah sampai para siswa yang telah berinisiatif untuk memakai pakaian adat Indonesia, sehingga para siswa lebih mengenal akan beraneka ragaman budaya yang ada di Indonesia.
“Di era globalisasi sekarang ini para siswa bisa menyaring budaya asing yang masuk. Jangan sampai kita dijajah oleh budaya asing, maka dari itu rasa akan persatuan dan kesatuan bangsa serta cinta akan negara kasatuan Republik Indonesia terus ditingkatkan, karena kalian adalah calon pemimpin bangsa dimasa depan” tandasnya.
Setelah pelaksaan upacara bendera selesai dilaksanakan, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan fashion show pakaian adat nusantara. Ada yang mengenakan pakaian adat dari daerah Papua, Bali, Aceh, Suku Dayak dan sebagainya.
“Kriteria yang menjadi penilaian dewan juri dalam kegiatan ini, selain pakaian adat yang unik, pengetahuan akan budaya daerah tersebut menjadi nilai plus” tutur Dikdik selaku dewan juri.
Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan carnaval. Dikarenakan lokasi sekolah berada di komplek perumahan, maka rute carnaval yang ditempuh hanya mengelilingi sekitar komplek, dengan jarak yang ditempuh kurang lebih 300 meter.
Dalam sesi wawancara dengan awak media, Jujun mengatakan dengan menggunakan pakaian adat diharapkan para anak didik lebih mengenal akan budaya yang ada di Indonesia.
“Yang lebih utama para anak didik bisa menanamkan rasa persatuan dan kesatuan yang kuat sehingga 4 pilar negara yaitu Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bisa terus dijaga.











