PWSM Demo Didepan gerbang PT SCG)

13.629 dibaca

SUKABUMI – Ratusan Massa Yang tergabung dalam wadah organisasi Forum Warga Sukabumi Melawan (PWSM) kembali berorasi  di depan gerbang PT Semen Jawa Siam Cemen Grup (SCG) yang berlokasi di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, dari semenjak adanya perusahaan tersebut berdiri sejumlah dampak negatif dirasakan warga yang bermukim di sekitar perusahan tersebut.

“Setiap harinya warga disuguhkan getaran, bising, pencemaran udara atau debu semen dari pabrik, kekeringan air, rawan kecelakaan dan rusak jalan,” kata  warga Kampung Panyaweuyan Rt. 01/08, Ajat (45) kepada wartawan.

Advertisement

Masih kata Ajat, dampak-dampak yang dirasakan warga desa lainnya yang berdekatan dengan lokasi tambang di gunungguha sudah sangat kesulitan air sampai mengalami gagal panen. Sebab, pasokan air tidak stabil  meski masih musim hujan akibat perubahan iklim yang terjadi.

“Hal ini terjadi baru beberapa tahun perusahaan berdiri dan beroperasi, bagaimana jika kerusakan ini dibiarkan tidak secepatnya ada tindakan dari pemerintah, bencanalah yang akan terjadi,”keluhnya.

Lanjut Ajat, dampak dari polusi udara yang disebabkan perusahan semen tersebut tak sedikit warga yang terkena penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) serta gangguan kerusakan pada paru-paru, terlebih gangguan kesehatan ini telah menyerang balita.

“Bahkan warga terkena penyakit koreng ,cacar air dampak dari air yang tercemar dan debu semen yang sudah jadi sarapan sehari-hari,” Kata Ajat.

Sementara itu Staf Advokasi dan Kampanye Walhi ( Wahana Lingkungan Hidup ), Iwang Wahyudin menjelaskan, dampak dari pencemaran lingkungan yang di sebabkan dari perusahan tersebut, antara lain penyakit penyakit ISPA yang sudah dirasakan warga saar ini. Ada beberapa perwakilan warga yang melakukan laboratorium dalam ternyata paru-parunya kena.

“Itu sudah dipastikan bahwa penyakit tersebut dampak dari debu,” jelasnya.

layanan-paspor-online-300x234Setelah kita tes yang dilakukan secara internal oleh Walhi, ternyata dugaan kuat debu tersebut mengandung bahan beracun karena perusahaan menggunakan pembakarannya memakai batu bara.

“Ketika dikeluarkan itu mengandung bahan kimia yang sangat luar biasa, hari ini mungkin tidak terlalu banyak korban yang menghisap debu ini. Tetapi, jika tidak ditindak instansi terkait maka kemungkinan kedepan kesehatan masyarakat semakin hari akan terganggu,” Jelas Iwang.

Pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan tuntutan secara litigasi karena yang paling penting selain dampak yang dirasakan wrga juga ada pelanggaran hukum yang dilakukan dengan sengaja.

lapor“Menurut Permen LH No. 8 tahun 20013 tentang tata laksana dan penertiban izin lingkungan itu juga dilanggar, perusahaan tidak mengantongi IMB, hanya menggunakan Amdal yang sudah kadaluarsa dan tidak bisa meluncurkan IMB,”  Tambah Iwang.

Sementara itu Humas PT Semen Jawa SCG, Bambang Wiyono mengatakan dokumen perizinan sebetulnya sudah lama perusahaan sudah memberikannya pada perwakilan FWSM untuk dipelajari. Bambang tegas menyatakan bahwa perusahaan telah mengantongi seluruh perizinan.

“Amdal yang dikantongi perusahaan sudah sesuai dengan prosedur, secara prosedural perusahaan sudah menempuh semuanya,” katanya.

Lanjut Bambang, untuk pencemaran lingkungan bisa dibuktikan kalau perusahaan ini tidak mengeluarkan debu .

” Mungkin di rumah yang berada disekitar perusahaan akan dipenuhi debu. Namun, pada kenyataannya tidak ada kan? Demis yang dikeluarkan dari sembilan cerobong masih dibawah baku mutu,” ujarnya.

Tambah Bambang, jika terindikasi ada dampak negatif dari perusahaan pihaknya siap turun kelapangan. Bambang memberi contoh seperti terjadi banjir beberapa waktu lalu. Bambang bersikukuh pihaknya langsung terjun ke lapangan untuk melakukan peninjauan dan memberikan ganti rugi pada warga.

“Kami sudah menyampaikan semuanya pada warga hanya saja ‘mindset’ sebagian warga sudah terkontaminasi kepentingan ” Tutur Bambang