Polda Jawa Barat Ambil Sumpah Dan Penandatanganan Pakta Integritas Seluruh Komponen Rekrutmen Anggota Polri

8.420 dibaca
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto, M.Si saat menandatangani pakta integritas menuju Clean and Clear rekrutmen anggota Polri T.A 2018. Jumat sore, 13 April 2018 (BUANA INDONESIA NETWORK/Suryadi)

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG,- Polda Jawa Barat melalui Biro SDM Polda Jawa Barat menggelar Pengambilan Sumpah dan Penandatanganan Pakta Integritas dalam rangka Penerimaan Anggota Polri Terpadu   T.A. 2018 kepada seluruh komponen yang terlibat selama proses rekrutmen anggota Polri menuju Clean and Clear secara Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (BETAH), serta Profesional dan Terpercaya (Promoter). Penandatanganan berlangsung di Stadion GBLA, Kota Bandung dengan melibatkan sekitar 1000 peserta, Jumat 13 April 2018.

Kegiatan penandatanganan Pakta integritas ditujukan bagi panitia seleksi, pengawas internal maupun eksternal, peserta seleksi dan orang tua peserta, berjumlah sekitar lebih kurang 10.000 orang. Kegiatan bertujuan untuk memberikan komitmen kepada masyarakat bahwa proses rekrutmen/penerimaan anggota Polri diselenggarakan secara bersih, transparan, akuntabel dan humanis (BETAH) serta profesional dan terpercaya (Promoter).

Advertisement

Memimpin kegiatan tersebut, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan secara terbuka dengan dihadiri oleh AS SDM Kapolri Irjen Pol Drs. Arief Sulistyanto, M.Si. kata Kapolda, Panitia daerah Polda Jabar, berkomitmen  untuk senantiasa memberikan service excellence selama proses seleksi secara transparan sehingga unggul dan kompetitif dengan tidak suap, tidak KKN dan tidak Gratifikasi guna menuju Polri yang Profesional, Modern dan Terpercaya.

Seleksi ini juga, kata Irjen Pol Agung, selain panitia internal terdapat pihak eksternal  yang digandeng untuk melaksanakan pemeriksaan dan juga pengawasan proses seleksi. “Polda Jabar bekerjasama dengan perwakilan Ombudsman  dan Universitas Pendidikan Indonesia,” ujar Kapolda Jabar, selaku Ketua Panitia daerah Jawa Barat

“Dilaksanakan penandatangan Deklarasi rekruitmen bersih oleh para undangan sekalian sebagai wujud partisipasi dan dukungan kepada institusi Polri dan khususnya Polda Jabar yang menginginkan proses seleksi berjalan Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis,” tambahnya.

Masih lanjut Agung, menyelenggarakan  rekrutmen sesuai prinsip minimal  Zero Growth, melalui program proaktif rekrutmen dengan melakukan penjaringan calon anggota Polri secara terpadu dan proaktif dengan mencari serta memilih calon-calon yang berkualitas dan memiliki keahlian yang dibutuhkan organisasi, dengan proses Werving yang Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis, serta melibatkan pihak luar sebagai pengawas dalam sistem penerimaan terpadu (pendaftaran calon anggota Polri dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan secara online yang meliputi pendaftaran Akpol, Bintara dan Tamtama), jelasnya.

Dirinya menjamin bahwa setiap tahapan seleksi tidak dipungut biaya alias ‘Gratis’. Namun, kata Agung, banyak desas-desus atau rumors di masyarakat, bahwa jika ingin lulus menjadi anggota Polri, maka harus menyediakan sejumlah uang, yang terkadang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah.

“Tentunya hal tersebut tidaklah benar, karena dalam proses penerimaan anggota Polri menggunakan dana APBN, serta apabila calon anggota Polri telah memenuhi standar kelulusan, maka Insya Allah akan lulus menjadi anggota Polri, tanpa harus membayar kepada oknum panitia, ataupun perantara yang menawarkan jasa bisa membantu kelulusan. Yang paling utama bagi para calon Taruna, Taruni Akpol, Bintara dan Tamtama Polri adalah Belajar, Berlatih dan Berdo’a,” terangnya.

Lebih lanjut Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengingatkan, agar hati-hati dan jangan percaya terhadap janji-janji maupun bujuk rayu dari oknum anggota polisi, orang-orang yang mengaku pejabat maupun warga masyarakat yang menawarkan jasa dapat membantu para peserta seleksi dalam proses rekrutmen berlangsung.

“Jangan terlibat atau sengaja melibatkan diri untuk menyuap panitia seleksi dengan tujuan tertentu yang dapat menciderai prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis dalam proses rekrutment ini, serta melaporkan kepada pihak yang berwajib / berwenang apabila ada indikasi terjadinya kkn dalam proses seleksi ini,” tegasnya.

Dan terakhir dirinya menegaskan tentang larangan menggunakan sponsorship untuk seluruh seleksi dikbang dan diktuk tahun anggaran 2018 dengan cara menghubungi lewat telepon/surat atau dalam bentuk apapun kepada panitia/pejabat yang berwenang melalui ortu/wali/keluarga atau pihak lain. “Bagi peserta yang melakukan akan di diskualifikasi yang selanjutnya diproses sesuai hukum yang berlaku,” tutupnya.