Polisi Tutup Tiga Lubang Tambang Emas Liar

12.930 dibaca
Petugas gabungan sedang menutup lubang penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kampung Cisuren, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, (BUANA INDONESIA NETWORK/Acep Mulyana)


BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR,- Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Gunung Pongkor, kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, seolah tak ada habisnya. Kegiatan PETI ini kerap dilakukan oleh warga (gurandil) secara manual tanpa mengindahkan peraturan, keselamatan, maupun pelestarian lingkungan.

Kapolsek Nanggung, AKP Asep Saepudin, mengatakan, kegiatan penutupan lubang gurandil ini dilakukan karena adanya kegiatan PETI yang sudah melakukan pengrusakan alam dan mengganggu kegiatan produksi yang berada di wilayah operasi Antam Pongkor. Dan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan penutupan lubang gurandil oleh Unit Reskrim Polsek Nanggung beberapa hari yang lalu.

Advertisement

“Penutupan lubang PETI ini pun diakibatkan adanya persaingan dua kelompok gurandil yang ingin mengusai lubang tersebut tanpa harus memikirkan adanya risiko yang membahayakan nyawanya,” katanya, Kamis 19 April 2018.

Sejak Selasa 17 April 2018 kemarin, aparat gabungan kepolisian yang melibatkan 60 personel dari Kapolsek Nanggung bersama Unit Reskrim Polres Bogor, Satpol PP, TNGHS, Koramil, dan tim security PT Antam, menutup tiga lubang PETI tepatnya di Kampung Cisuren, Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung.

Penutupan lubang PETI ini dilakukan dengan cara menutup lubang dengan batu dan tanah serta memasang garis polisi (police line) di depan lubang tersebut. Penutupan lubang ini diharapkan para gurandil tidak bisa masuk lagi.

AKP Asep menjelaskan, Saat tim gabungan tiba di lokasi, tidak ditemukan satu orang pun gurandil. “Hanya ada tiga lubang saja yang diduga masih digunakan oleh para gurandil untuk menambang. Para pelaku PETI kemungkinan besar sudah mengetahui adanya operasi ini,” ungkapnya.

Sementara VP CSR, HR & Finance PT Antam UBPE Pongkor, Resna Handayani¬† menuturkan, kegiatan penutupan lubang PETI ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh PT Antam. “Kami hanya sekadar mengamankan wilayah UBPE kami. Jadi lubang-lubang PETI yang masih masuk area operasi Antam kami tutup,” ujarnya.

Pihak Antam berharap kerja sama ini terus dilakukan sebab persoalan gurandil ini tidak bisa diselesaikan oleh Antam sendiri. “Ini membutuhkan kerja sama dengan Muspika dan stakeolder yang ada di Kabupaten Bogor,” kata dia.

Menurut Resna, kegiatan operasi gabungan ini agar tidak ada lagi kerusakan lingkungan yang dapat merugikan masyarakat dan bangsa. Sebab, akibat kerusakan lingkungan yang dilakukan oleh PETI itu akan mengakibatkan pencemaran lingkungan akibat penggunaan mercury dan sianida.

“Seperti Kampung Ciguha, itu sudah tidak layak lagi untuk dihuni karena tanahnya sudah terkontaminasi oleh zat kimia mercury dan sianida, sehingga dapat menimbulkan dampak kerugian bagi masyarakat semua,” pungkasnya menyontohkan.