
BUANAINDONESIA.CO.ID, Garut – Ratusan penumpang Kereta Api (KA) yang akan menuju jurusan Cibatu – Purwakarta di Stasiun Cibatu mengaku kecewa, pasalnya tiket karcis jurusan tersebut telah habis, Selasa 19 Juni 2018.
Ironisnya para penumpang ditawari tiket jurusan tersebut oleh oknum penjual tiket yang diduga calo dengan harga jual jauh lebih tinggi dari harga normal hingga mencapai Rp 30.000.
Kondisi ini tak pelak memicu kegeraman para calon penumpang dan berusaha menemui Kepala Stasiun KA Cibatu untuk melakukan protes, hingga situasi di stasiun mulai memanas, untungnya petugas kepolisian telah bersiaga dilokasi, sehingga kericuhan dapat dikendalikan.
Salah satu penumpang MBesz, warga Kampung Cisalak Kecamatan Cibatu mengatakan, banyak calo berkeliaran di stasiun Cibatu yang menawarkan karcis dengan harga Rp 30.000.
Namun Hal itu dibantah langsung oleh Ka Humas daop 2 Bandung Joni Martinus. Menurutnya sangat mustahil apabila ada percaloaan disana, karena penjualan Tiket Kereta Api menggunakan System Online yang disebut Rail Ticket System (RTS) sehingga semua Stasiun yang dilintasi kereta tersebut bisa menjual tiket sebanyak banyaknya, namun tetap dibatasi satu pemesan Tiket hanya diperbolehkan membeli 3 Tiket,
“Jadi tidak mungkin ada percaloan, kalau ada silahkan laporkan pasti akan kami tindak tegas,” jelas Joni.
Mengenai Kejadian tadi lanjut Joni, pihak Stasiun Cibatu sudah berusaha melayani penumpang dengan maksimal dengan menjual tiket sebanyak mungkin.
“Bahkan loket dibuka lebih awal jam 7.30 dari biasanya jam 8.30 dengan harapan penumpang Cibatu lebih banyak mendapatkan tiket Penumpang,” lanjut Kahumas.

Sambung Joni, dengan usaha yang maksimal tersebut, hari ini Cibatu mampu menjual tiket sebanyak 404 tiket dari total 1200 tiket yang tersedia.
“Sisanya tersebar di beberapa stasiun dari Cibatu sampai Purwakarta,” ujar Joni.
Joni menyadari, adanya lonjakan penumpang pada musim Lebaran yang sangat signifikan berimbas pada panjangnya antrian dan tiket yang terbatas sehingga sempat terjadi ketidakpuasan penumpang yang mengantri lama.
“Atas terjadinya ketidaknyamanan tersebut kami atas nama PT KAI Daop 2 Bandung menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya, serta mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Garut Khususnya Cibatu yang telah memilih Kereta Api sebagai Modal Transportasi, kami berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat ” pungkas Joni Martinus.











