Puluha Wartawan Datangi Polres Pandeglang ?

952 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Sejumlah wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Pandeglang, melakukan aksi unjuk rasa (Unras) di depan Mako Polres Pandeglang, Jumat 16 Oktober 2020. Aksi unras ini sebagai bentuk solidaritas kepada seorang wartawan yang dihalang-halangi tugasnya oleh oknum anggota Polres Pandeglang, ketika Wartawan sedang meliput Unras penolakan Undang-undang Cipta Kerja (Ciptaker) oleh kelompok Cipayung Plus pada hari kamis kemaren.

Saat itu, oknum anggota Reskrim Polres Pandeglang mengamankan yang diduga 7 pelajar yang ikut berdemontrasi di depan gedung DPRD Pandeglang. Namun, saat seorang wartawan tersebut hendak mengambil aksi pengamanan yang diduga pelajar, malah mendapat larangan dari oknum anggota berpakaian pereman sambil menyingkirkan handphone yang digunakan untuk mengambil gambar.

Advertisement

“Sikap itu jelas tak dibenarkan, karena oknum Polisi sudah menghalangi tugas jurnalistik, Kami pertegas tugas kami dilindungi Undang-undang Pers, pahami itu,” kata wartawan yang dihalangi liputan, Nipal Sutisna, Jumat 16 Oktober 2020.

Menurut pria yang kerap disapa Openg, di dalam Undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers, disebutkan Pers mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Ketika memang itu tidak layak diambil gambar untuk pemeberitaan, yang jelas wartawan juga paham, mana yang akan dijadikan gambar dalam berita atau tidak layak, tetapi ketika dilapangan gambar yang menarik pasti dipoto,

“Ini peringatan untuk siapapun, intansi manapun. Jangan halang-halangi tugas kami saat melakukan kegiatan peliputan, karena kami juga paham dalam melaksnakan tugas sebagai jurnalis, mana yang boleh atau tidak boleh, tetapi dilapangan gambar pasti kami ambil,” tegasnya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pandeglang, Iman Faturohman mengatakan, sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oknum tersebut. Ia berharap, kejadian serupa tidak terulang lagi.

“Kejadian serupa tidak boleh terulang lagi. Tidak boleh ada oknum yang menghalang – halangi tugas wartawan,” tambahnya.Sementara Kapolres Pandeglang, AKBP Sofwan Hermanto mengaku, akan bertanggungjawab atas persoalan tersebut. Bahkan dia juga menyampaikan permohonan mohon maaf kepada seluruh wartawan di Kabupaten Pandeglang.

“Oknum itu anggota saya, ketika anggota saya membuat kesalahan itu juga kesalahan saya. Atas nama pribadi, lembaga dan oknum anggota tadi meminta maaf yang sebesar-besarnya,” pungkasnya.