Puluhan Pelajar Bajak Mobil KONI Banten Tujuan Jakarta Digagalkan Polres Pandeglang

6.868 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Puluhan siswa dari berbagai sekolah menengah atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Pandeglang diamankan Polres Pandeglang, karena diduga akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi demontrasi.

Puluhan siswa tersebut, yang terdiri dari berbagai sekolah berjumlah 50 siswa, adapun asal sekolahnya dari, SMK I Negeri Ckande ( 1 orang ), SMK Walisongo, ( 5 orang ), SMAN 12 Pandeglang ( 2 Orang )
MAN 1 Pandeglang ( 2 Orang ), SMK Banten Raya, ( 2 Orang ), SMK Mathla’un Nawakartika, ( 1 orang )
SMKN 4 Pandeglang ( 6 orang ), SMKN 2 Pandeglang ( 14 orang ) dan SMKN 7 Pandeglang ( 11 orang ), keberangkatan anak-anak pelajar dengan cara membajak mobil milik KONI Provinsi Banten di Daerah Cigadung. Senin 30 September 2019.

Advertisement

Berdasarkan pengakuan sopir Bus KONI Provinsi Banten, Nurrohman, dirinya usai mengantarkan para atlet Taekwondo yang sudah bertanding di Tangerang, namun saat hendak pulang sehabis mengantarkan atlet, para siswa tersebut membajak mobil yang dibawanya.

” Tidak tahu saya dapat musibah seperti ini, jadi saya itu kan sudah mengantarkan para atlet Pandeglang, pas mau pulang ke Serang saya dibajak di Cigadung sama anak-anak SMA itu, jadi bukan saya yang mengakomodir,” ucapnya kepada Media ini.

Ia menambahkan, para siswa yang membajak mobilnya tersebut mengancam, namun para siswa akan memberikan ongkos apabila dirinya mempersilahkan membawanya ke Palima.

” Mereka itu bilangnya ikut ke Palima, saya juga mau dilempar pakai batu kalau tidak diajak, karena saya cari aman makanya saya ajak saja, adapun mereka mendapatkan makanan atau minum, itu mungkin ada di dalam Bus sisa para atlet,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Pandeglang, AKBP. Indra Lutrianto Amstono mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan keberangkatan para siswa yang hendak mengikuti aksi demontrasi penolakan RUU KUHP ke Jakarta, karena sebelumnya pihaknya mendapatkan informasi akan ada siswa yang mengikuti demontrasi ke Jakarta.

” Tadi pagi saya sudah kordinasi dengan para Kapolsek untuk mendatangi sekolah-sekolah, karena kami mendapat informasi akan ada siswa yang berangkat ikut demonstrasi ke Jakarta, adapun mereka menggunakan mobil KONI itu dibajak,” ucapnya.

Kapolres mengaskan dan menghimbau, agar kepada para siswa jangan sampai mudah terprofokasi, mereka adalah pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.

” Saya menghimbau kepada semua elemen masyarakat agar memberikan arahan kepada anak-anaknya jangan terprofokasi dengan isu-isu yang ga jelas, juga kepada Kepala Sekolah dan dewan Guru agar memantau dan memberikan pengertian kepada siswanya, supaya jangan ikut ikutan demontrasi, karena akan membahayakan mereka juga, kalau misalkan datang ke Jakarta dan ikut demo terjadi hal yang tidak diinginkan siapa yang rugi kan mereka juga, maka belajar yang baik pikirkan masa depan, mereka ini adalah generasi bangsa, yang akan menjadi penerus Bangsa Indonesia yang kita cintai ini,” Tegasnya.

Usai di berikan pengarahan para siswa di suruh menghubungi keluarganya dan pihak Polres menghubungi pihak Sekolah untuk menjemput para siswa tersebut.