
BUANAINDONESIA.CO.ID, BOGOR -Kawanan perampok bersenjata api masih berkeliaran. Sejak awal hingga medio 2017 ini sedikitnya dua orang warga Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, menjadi korban akibat ditembak kawanan rampok.
Brutalnya aksi kawanan rampok bersenpi ini seperti terjadi pada Senin, 23 Oktober dini hari di Perumahan Puri Harmoni, Kecamatan Cileungsi. Enam orang rampok menggasak uang ratusan juta rupiah dari rumah milik Elly, warga perumahan setempat.
Topik (40), warga setempat bersama tiga rekannya yang kebetulan sedang ronda sempat memergoki aksi kawanan rampok tersebut. Namun salah seorang rampok melepaskan tembakan ke arah Topik dan mengenai kakinya hingga Topik tersungkur.
“Rekan-rekan mencoba menyelamatkan diri dan saya sempat ditolong rekan dari tembakan susulan rampok,” kata Topik, yang mendapat perawatan di Rumah Sakit Thamrin, Cileungsi.
Seketika kejadian tersebut mengegerkan warga karena mendengar beberapa kali suara tembakan. Warga lantas melaporkan kejadian ke Polsek Cileungsi. Aparat kepolisian pun langsung mengejar para pelaku ke semua penjuru perbatasan Depok, Bekasi dan Cianjur.
Warga Resah
Warga Cileungsi pun kini resah. Musababnya, aksi koboi para perampok ini bukan kali ini saja terjadi dan para pelaku belum ada yang tertangkap.
Kasus paling mencolok pernah terjadi pada Senin 6 Maret 2017 silam. Kala itu, tiga perampok mengumbar tembakan saat dikejar polisi. Akibatnya, warga Cileungsi Ahmad bin Ishak terluka karena terkena tembakan.
Salah seorang warga Cileungsi, Farhan (30), mengaku merasa resah dengan aksi kejahatan yang pelakunya semakin nekat.
“Ya resah sih. Apalagi kalau pulang malam. Kalau lagi panik, kita kan enggak tahu kalau pelaku bawa senpi beneran atau bohongan,” ujar karyawan pabrik ini kepada wartawan.
Farhan pun meminta aparat kepolisian untuk berpatroli dan mengawasi lokasi-lokasi rawan tindakan kriminal.
Tokoh masyarakat Limusnunggal, H Naih, yang biasa pergi dan pulang dari kantor menggunakan kendaraan mobil juga mengaku was-was kala melintas di lokasi jalanan yang sepi.
“Sore saja takut, apalagi malam. Di Cileungsi kan banyak perampok bersenpi. Polisi pokoknya harus membasmi segala kejahatan yang meresahkan masyarakat. Apalagi kini, para pelaku sering membawa senpi,” katanya.
Terpisah, Kapolsek Cileungsi, Kompol Jaka Mulyana, mengimbau kepada masyarakat agar memperketat keamanan lingkungan melalui kegiatan ronda. Menurutnya semua lapisan masyarakat harus bersinergi dengan aparat kepolisian dan berkomunikasi dengan aktif.
“Laporkan setiap gelagat yang mencurigakan, dan lebih diperketat keamanan melalui ronda. Kami juga secara intensif terus melakukan komunikasi dengan petugas kamtibmas dan kepala desa. Sementara untuk beberapa kasus perampokan sedang dikembangkan oleh jajaran reskrim. Terkait dugaan adanya pelaku yang sama kami tidak bisa menjawabnya, karena para pelaku belum kami tangkap,” jelas Jaka.











