TASIKMALAYA, BuanaJabar.com – Belum reda luka yang menyelimuti korban banjir bandang di Kabupaten Garut Rabu 21 September 2016 dini hari kemarin. Saat ini, pasca diguyur hujan lebat di Kampung Citeureup, Desa Sukapada, Kecamatan Pager Ageung Kabupaten Tasikmalaya, sedikitnya empat rumah roboh akibat pergerakan tanah, Sementara 410 rumah terancam ambruk. Akibbatnya, warga masyatakat disini pun mulai mengosongkan rumah tempat tinggal mereka.
Berdasarkan informasi yang didapat, warga korban pergerakan tanah itu kini terus bertambah. Rabu sore kemarin empat rumah ambruk. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa, karena kondisi rumah sedang kosong di tinggal penghuninya
Kepala Desa Sukapada, Dudung Mustofa mengatakan, pergerakan tanah tersebut bukanlah yang pertama kalinya, Namun sudah terjadi sejak tahun 1995 silam. Tapi hingga kini pihak pemerintah belum mengambil tindakan, meski pihak pemerintah desa sudah menyediakan lahan untuk relokasi warga.
Sebagian warga kini mengungsi dan sudah mengosongkan rumahnya dan memilih tinggal di rumah sanak saudaranya. Mereka khawatir rumahnya ambruk secara tiba-tiba dan membahayakan nyawa jika terus memilih tinggal. Dari data yang ada di Kantor Desa Suka[ada, ada sekitar 410 kepala keluarga yang rumahnya terancam pergerakan tanah.
Warga kini berharap pemerintah secepatnya merelokasi warga yang terkena dampak pergerakan tanah sebelum memakan korban jiwa. Selain itu warga juga menunggu proses pemberian rumah yang dijanjikan pemerintah bisa secepatnya terealisasi.










