BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG BARAT – Kemarau disebabkan debit air waduk saguling turun. Saat ini kedalaman air di daerah Mukapayung hanya setinggi 15 meter yang biasanya mencapai 50 Meter lebih.
Hari ini, senin, 26 september 2017 dilaporkan lebih dari 20 ton ikan di daerah mukapayung mati.
Tim dinas Perikanan kabupaten Bandung barat berkoordinasi dengan Balai Karantina Ikan (BKIPM) Bandung untuk menindaklanjuti laporan warga dan menganalisa kematian ikan yang terjadi.
Data parameter kualitas air di lokasi kejadian menunjukan kadar keasaman yang tinggi yaitu 5,6 dan oxsigen hanya 3,5 ppm sedangkan kadar normal pH di air tawar adalah 7, Oksigen di atas 5 PPM. Kadar Amonia dalam air juga mencapai 1 PPM yang seharusnya paling tinggi 0,05 PPM. Kondisi di lapangan saat terjadi dilaporkan warga memang terjadi hujan dan pada saat itulah ikan terlihat kekurangan oksigen.
Ratusan karamba jaring apung di Wilayah tersebut mempunyai kepadatan ikan yang cukup tinggi dan tidak memungkinkan jika kepadatan nya dikurangi.
Demikian kata Kepala BKIPM Bandung, Dedy Arief H .
” Hasil koordinasi yang dengan Dinas Perikanan Bandung Barat akan kami Respon dengan baik juga dan awal kematian ikan tersebut adalah pengaruh perubahan lingkungan yang sangat signifikan akibat kemarau berdasarkan analisa data yang diperoleh.pada kondisi amoniak tinggi dan terjadi hujan, maka kemungkinan UPWELLING akan terjadi sehingga pengadukan bahan organik di bawah karamba yang naik dan menimbulkan racun H2S. Terhadap ikan yang mati kami akan lakukan Diagnosa laboratorium untuk memastikan apakah ada virus yang menyerang atau hanya pengaruh perubahaan lingkungan yang Ekstrem saja.” katanya
Dedy menghimbau agar peternak ikan Karamba mengurangi kepadatan ikan,
” Meninggalkan jaring agar tidak terjadi persaingan Oksigen karena itu cara untuk mengurangi kematian.Terhadap ikan yang mati harus segera diambil dan dikubur atau dibakar agar tidak menimbulkan penyakit menular terhadap ikan lain nya. Terhadap perusahaan penyuplai pakan diharapkan dapat memberikan CSR hingga keadaan pulih agar customer Pakan Pembudidaya ikan tetap survive dan semangat serta tidak putus asa, ” imbuh Dedy .












