Rilis BPS RI Tahun 2018, Kabupaten Garut Mengalami Penurunan Angka Kemiskinan

9.617 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Badan Pusat Statistik ( BPS ) RI mengeluarkan rilisan terkait angka kemiskinan untuk wilayah provinsi Jawa Barat, dalam rilis tersebut nampak kabupaten Garut mengalami penurunan angka kemiskinan sebesar 2 % dari tahun 2017, saat ini dari rilis yang dikeluarkan BPS RI tahun 2018 angka kemiskinan di kabupaten Garut berada di angka 9.27 % turun dari yang sebelumnya tahun 2017 di kisaran 11.27 %.

Advertisement


Menanggapi hal ini Bupati Garut H Rudy Gunawan mengatakan, penurunan angka kemiskinan di kabupaten Garut pada tahun 2018 ini tidak terlepas dari peran serta pemerintah pusat, pemkab Garut, stake holder, keberhasilan pengelolaan dana desa di kabupaten Garut serta peran serta warga masyarakat yang memiliki keinginan kuat melihat kabupaten Garut terus maju dan sejahtera.

” Salah satu dampak besar penurunan angka kemiskinan di Garut adalah peningkatan lapangan kerja di kabuoaten Garut yang sangat terukur serta semakin baiknya infrastuktur di pedesaan yang ada di kabupaten Garut”, kata Bupati Garut Rudy Gunawan kepada Buanaindonesia, Jumat 21 Desember 2018.

Sambung Rudy Gunawan, dampak yang dirasakan masyarakat dengan membaiknya infrastruktur desa, sangat berpengaruh pada pergerakan ekonomi yang terjadi saat ini.

” Kita bisa melihat, bagaimana pergerakan barang dan orang dalam memasarkan hasil bumi di pedesaan semakin mudah dan cepat sebagai penyangga utama liding sektor di bidang pertanian yang semakin produktif, selain itu banyaknya usaha baru dari kalangan UMKM yang lebih inovatif”, jelas Rudy Gunawan.

Kedepan lanjutnya, program – program untuk menurunkan angka kemiskinan akan terus ditingkatkan, sehingga tahun 2024 angka kemiskinan di kabupaten Garut dapat terus menurun hingga dikisaran 4 – 5 % .

” Insyalloh dalam RPJMD 2019 – 2024 yang akan saya buat akan terfokuskan dalam pencapaian target pembangunan perkelanjutan atau Sustainable Development Goals¬†( SDGs ) Tahun 2030 dimana tidak ada lagi kategori orang miskin”, pungkas Bupati Rudy Gunawan.