Rokok Sumber Segala Penyakit

11.354 dibaca
Nani Manarosanah sekretaris Dinas Kebersihan, menyampaikan dampak dari rokok, Taman Sejarah. Kamis, 22 Maret 2018 ( BUANA INDONESIA NETWORK / M Rizky Fauzi ).

 

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Polusi dari asap rokok dapat berdampak pada timbulnya penyakit, seperti jantung, darah tinggi, kanker dan kencing manis. Saat ini kota Bandung termasuk kota yang berpolusi tinggi di atas rata-rata kota di Indonesia. 

Advertisement

“Jadi memang di kita itu dalam 1 dekade terakhir ini ada peningkatan yang eksponensial untuk penyakit-penyakit tidak menular diantaranya seperti jantung, darah tinggi, kencing manis, penyakit-penyakit kanker. Itu semua penyakit eksponensial saat ini terjadi hampir di seluruh dunia termasuk Indonesia, salah satunya Bandung termasuk kota yang paling tinggi polusinya diantara kota lain di Indonesia”. Ungkap Nina Manarosanah sekretaris Dinas Kebersihan Kota Bandung, Kamis, 22 Maret 2018.

Belum banyak penelitian di kota Bandung, namun jika melihat penelitian internasional ternyata itu sangat terkait dengan rokok, sehingga saat ini sedang di upayakan pengontrolan tentang pemanfaatan rokok, supaya orang-orang yang tidak meroko yang di sebut second smoker atau perokok pasif itu tidak terkena dampaknya, dan ternyata sebagian besar yang terkena dampaknya adalah yang tidak merokok, karena yang tidak meroko secara tidak sadar dia menghisap polusi rokok, yang udara dan racunnya tetep tercium maka seperti itu yang harus di ingatkan.

“Dalam mengurangi dampak dari rokok Dinas Kesehatan melakukan serangkaian kegiatan untuk menekankan semua itu, termasuk salah satunya mendorong semua pihak untuk mengimplementasikan KTR (Kawasan Tanpa Rokok) seperti adanya satgas PosBindu,  dengan itu Dinas Kesehatan mengajak semua masyarakat untuk rajin memeriksakan kesehatannya di PosBindu itu “. Tambah Nina.

Di PosBindu itu masyarakat kota Bandung dapat di periksa tekanan darah, berat badan, kadar gula darah, dan kolestrol secara gratis.

Sebetulnya kami tidak melarang orang untuk merokok, boleh tapi di tempat-tempat tertentu saja yang tidak akan terkena pada perokok pasif.

“Di kota Bandung itu kematian utama dikarenakan stroke itu 8,24%, kemudian 13,73% kematian dikarenakan penyakit jantung dan pembuluh darah, kemudian 3,15% ini disebabkan oleh diabetes militus dan semua penyakit ini sangat terkait erat dengan racun rokok, entah itu perokok aktif maupun perokok pasif, ” lanjut Nina.

Dalam rokok terdapat banyak racun sehingga dapat menimbulkan penyakit, terutama dalam penyakit diantaranya stroke, serangan jantung dan pembuluh darah.

“Rokok tidak hanya mengandung nikotin saja, tapi ribuan racun juga, ribuan racun ini yang menyebabkan penyakit yang 4 tadi terutama, dan saya berharap Bandung menjadi lebih sehat salah satunya dengan kendalikan rokok,” tutup Nina.

Editor : NA