Satgas Citarum Harum Sektor 21 Cek Ipal PT Papyrus Sakti

561 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, KABUPATEN BANDUNG – Sektor 21 Satgas Citarum Harum laksanakan giat pengecekan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) PT Papyrus Sakti, Jl. Raya Banjaran, Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Senin 2 Desember 2019.

Pengecekan ke IPAL perusahaan produk kertas tersebut untuk melihat progress dan respon atas laporan dari warga masyarakat.

Jajaran Sektor 21 Satgas Citarum pada kunjungan pengecekan yang dipimpin langsung oleh Pasiminops Sektor 21 Letda Inf Saniyo, mewakili Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, diterima oleh staf manajemen PT Papyrus Sakti, H Bunyamin dan Karel.

Turut disaksikan oleh awak media dan elemen masyarakat, Letda Inf Saniyo beserta anggota Subsektor 21-07 langsung menuju ke lokasi IPAL.

“Hari ini, Senin tanggal 2 Desember 2019, kami melaksanakan pengecekan IPAL di PT Papyrus Sakti berdasarkan laporan warga bahwa pabrik ini melakukan pembuangan hasil olahan limbah berwarna putih,” kata Letda Saniyo.

Masih kata Saniyo, air di sekitar lokasi kembali normal.Meski belum sejernih hasil olahan limbah dari produk tekstil

“Sekarang kita sama-sama lihat bahwa air yang dibuang oleh PT Papyrus Sakti kondisinya normal.Air berwarna putih seperti yang ditudingkan bukan berasal dari IPAL, tetapi setelah kita membuktikan berasal dari air yang berputar di outlet sebelum jatuh ke aliran sungai. Tentunya kami akan memberikan sanksi apabila perusahaan tidak mengolah limbahnya dengan baik,” tegasnya.

Menanggapi giat pengecekan oleh jajaran Satgas Citarum Sektor 21 ke IPAL perusahaannya, H. Bunyamin menjelaskan, pihak berterimakasih pada Satgas telah melakukan pengecekan ke lokasi ini.

“Kami berterimakasih atas pengecekan yang dilakukan oleh Satgas, Insya Allah, dua atau tiga bulan ini kami concern untuk menyempurnakan kinerja IPAL. Untuk hasil hari ini kita sudah sama-sama lihat,” jelasnya.

Tambah Bunyamin, ada beberapa peningkatan setelah dilakukan pengecekan oleh Satgas.

“Pertama adalah recycle (air limbah). Debit normalnya 3.000 meter kubik perhari, sekarang 900 meter kubik, meskipun sekarang ada banyak air hujan, tapi tetap kami upaya me-recycle. Kedua, kami upaya meningkatkan kinerja IPAL ini dengan melakukan pembiakan bakteri secara berulang. Alhamdulillah, dalam dua minggu ini, kehidupan bakterinya jauh lebih baik. Harapan kami, satu dua minggu lagi kami akan perlihatkan bahwa bagaimana kinerja IPAL kami semakin baik lagi,” harapnya.

Walaupun parameter baku mutu air limbah untuk industri pengolahan kertas ini berbeda dengan industri tekstil, namun PT Papyrus Sakti tetap berupaya memenuhi standar dari Satgas Citarum.

“Optimalisasi IPAL kita sejak dari bulan September 2019 hingga saat ini, antara lain penambahan Decker WWR, fasilitas untuk mengurangi kotoran dari limbah, terutama sludge yang lolos, dan itu tanpa bahan kimia, selanjutnya dikembalikan ke proses produksi, sehingga efisiensinya meningkat, beban pencemaran akan menurun dan beban IPAL akan lebih murah. Kemudian bak filter sebagai post treatment, saringan setelah clarifier. Itu sedang dirancang di luar, nanti kami akan pasang. Lalu tadi, optimalisasi biologi, ini terus berjalan. Tambahan lainnya adalah normalisasi thickener juga, target pekerjaan sebetulnya pada akhir Desember ini, kita sedang manggil kontraktor luar,” ungkapnya.

Proses lainnya untuk optimalisasi IPAL di PT Papyrus Sakti ini adalah sedimentasi wet scrubber.

“Sedimentasi wet scrubber ini sedang berjalan,” pungkasnya.