Sebelum Anak Gizi Buruk Di Sukamenak Viral, Ternyata Pemkab Garut Sudah Cepat Tanggap

16.031 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Kasus Gizi buruk warga desa Sukamenak kecamatan Wanaraja yang sempat menjadi viral di Media Sosial ( Medsos ) baru – baru ini bukan hal baru bagi Pemerintah Kabupaten Garut, hal ini disampaikan Bupati Garut H Rudy Gunawan, Minggu 15 Desember 2019.

” Itu kasus lama, tepatnya tahun 2017, kami dari Pemkab Garut melalui Camat Wanaraja terus memantau perkembangan anak itu” kata Bupati Garut kepada Buanaindonesia.

Advertisement

Masih kata Bupati, kasus itu telah ditangani secara khusus Pemkab Garut melalui Dinas Kesehatan kabupaten Garut.

” Sejak lahir anak tersebut telah kita tangani, kebetulan ibu anak itu meninggal karena penyakit khusus yang kita tutupi, hal itu supaya lingkungan di Sukamenak dan keluarganya tetap merawat anak itu” paparnya.

Sambung Bupati Rudy, perkembangan pertumbuhan anak bersangkutan juga sangat tidak normal karena terhinggap penularan dari sang ibu yang melahirkannya, pihak Pemkab sendiri menutupi kejadian ini mengingat demi kebaikan warga masyarakat Garut sendiri.

” Penyakit ibu nya itu menular ke anaknya, hingga pertumbuhan anak itu sangat tidak normal. Kami menutupi penyakit almarhum ibu dan anaknya demi kebaikan kita semua, yang terpenting saat ini anak itu mendapat perawatan yang layak, dan itu telah dilakukan oleh Pemkab Garut” tuturnya.

Jadi sambung Rudy, kasus di Sukamenak kecamatan Wanaraja kasus yang sudah lama dan bukan kasus baru, kita terus memantau. Pemerintah daerah melalui camat ikut mengawasi memantau perkembangan anak itu, bahkan sampai di rawat di RS Guntur, segala biayanya sudah ditanggulangi oleh BPJS dan biaya kekurangan oleh LAPAD RUHAMA.

” Perlu diketahui hingga Oktober 2019 Pemkab Garut menangani 68 kasus gizi buruk, kita melakukan perawatan intensif termasuk yang diwanaraja, Insya Allah Pemkab Garut akan cepat tanggap dalam penanganan kasus seperti ini” pungkas Rudy Gunawan.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala desa Sukamenak Kusmana saat diwawancarai melalui telepon selulernya, disampaikan Kusmana, apabila di runut dari kronologi awal, bahwa anak tersebut kurang dari satu tahun bermukim di desa Sukemenak, karena dari informasi data yang ada di desa, anak tersebut sebelumnya tinggal di kampung Cimalaka desa Wanaraja kecamatan Wanaraja.

” Beliau ikut bapaknya yang menikah dengan warga desa Sukamenak kurang lebih satu tahun lalu”, terang Kusmana.

Sambung Kusmana, sejak berada di wilayah desa kami, pihak desa bersama Camat dan Dinas Kesehatan terus memantau dan memberikan perawatan khusus terhadap anak tersebut.

” Jadi kami pihak desa dan Pemkab Garut terus memantau perkembangan kesehatan anak itu, kalau ada presepsi tentang tidak adanya perhatian terhadap kesehatan anak itu, itu salah besar. Karena kami bersama Dinas Kesehatan terus memantau perkembangan kesehatan anak tersebut” ujarnya.