Sekitar 60 Persen SMP di Bogor Masih Gunakan Cara UNPK

7.896 dibaca


BUANAINDONESIA.CO.ID BOGOR – Sebanyak 93.580 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) negeri dan swasta di Kabupaten Bogor melaksanakan Ujian Nasional (UN) tahun 2018 sejak Senin 23 April 2018 sampai Kamis 26 April 2018 lusa.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Hidayat menjelaskan, terdapat 993 sekolah setingkat menengah yang akan melaksanakan UN, terdiri dari 667 SMP dan 326 MTs.

Advertisement

Untuk SMP melibatkan 65.788 peserta, sementara sekitar 27.792 merupakan murid MTs.

“Karena belum semua sekolah punya perangkat komputer mencukupi, UN masih dilaksanakan dengan dua sistem, yaitu berbasis komputer serta berbasis kertas dan pensil,” ujarnya, Selasa 24 April 2018.

Untuk UNBK, melibatkan 416 sekolah, terdiri dari 351 SMP dan 65 MTs. Sedangkan jumlah pesertanya sebanyak 54.370 siswa, yakni 46.797 SMP dan 7.572 MTs.

Penyelenggaraan UNBK menggunakan 577 ruang SMP dan 95 MTs atau keseluruhan sebanyak 672 ruang. Dalam pelaksanaannya akan diawasi oleh 672 pengawas, dan dibantu 672 proktor serta 672 teknisi.

Kemudian sekolah yang masih menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil atau UNKP, sebanyak 577 sekolah, atau 316 SMP dan 261 MTs.

“Mata pelajaran uang diujikan sama antara yang dilaksanakan UNBK dan UNKP. Hanya waktu saja yang berbeda, untuk UNKP mulai dilaksanakan pukul 10.30-12.30 WIB, sementara UNBK digelar tiga gelombang dengan pelaksanaan dimulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB,” terang dia.

Guna mendukung terlaksananya UNBK, Disdik Kabupaten Bogor memberikan bantuan sebanyak 4.670 laptop dan 208 server bagi SMP negeri.

Pengadaan laptop dan komputer server UNBK tahun 2018 dilakukan melalui e-katalog. Dengan menelan anggaran sebesar 50 miliar rupiah dari APBD Kabupaten Bogor tahun 2018.

Koneksi Server Terputus

Pantauan pada hari pertama UNBK untuk tingkat SMP/MTs diwarnai server down. Kondisi ini terjadi secara nasional termasuk di Kota dan Kabupaten Bogor. Akibatnya, pelaksanaan UNBK terjadi delay atau tertunda dua jam lamanya.

Pantauan di MTs Al Amanah, Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, puluhan siswa baru dapat mengakses masuk ke server untuk pengerjaan soal UNBK sekitar pukul 09.40 WIB dan selesai pukul 11.40 WIB. Padahal seharusnya dimulai pukul 07.30 dan berakhir 09.30 WIB.

“Kendala ini merupakan permasalahan nasional, bukan di MTs Al Amanah saja,” ungkap Kepala MTs Al Amanah, Asep Saepudin.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fahrudin, mengatakan, lantaran adanya gangguan tersebut dirinya segera menginstruksikan seluruh sekolah yang melaksanakan giat UNBK SMP di Kota Bogor untuk menenangkan para siswanya.

“Saya mengintruksikan kekosongan waktu diisi dengan tanya jawab dan baca buku kembali sebagaimana yang dilakukan saya di SMP Negeri 3,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tanya jawab yang dilakukan untuk mengisi kekosongan, siswa siswi peserta ujian diberi pertanyaan seputar hari bumi dan lingkungan hidup. “Beberapa siswa yang mampu menjawab pertanyaan langsung diberikan hadiah,” tambahnya.

Menurutnya, yang mengalami gangguan UNBK tersebut bukan hanya di Kota Bogor, namun juga terjadi dibeberapa kota di Jawa Barat Kota dan Kabupaten Bogor, Bekasi dan beberapa daerah lainnya. “Saya berharap agar kejadian seperti hari ini tidak akan terulang lagi,” harapnya.