Dua TKI Meninggal Asal Subang Dikabarkan Tiba Malam ini

9.403 dibaca
Foto dua TKI meninggal yang dijemput. (BUANA INDONESIA NETWOTK/Ahmad Ripai)


BUANAINDONESIA. CO.ID SUBANG – Dua Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Subang yang dikabarkan meninggal dunia tengah dijemput oleh pihak Disnakertrans. Kedua jenasah TKI, Muhamad Zeni (35) dan Junengsih (30) dikabarkan akan segera tiba ke rumah duka masing-masing di Cigugur Kidul, Kecamatan Pusakajaya dan Desa Mariuk Kecamatan Tambakdahan, Subang pada malam hari ini. “Sudah jelas kedatangannya kedua jenazah PMI sekira pukul 15.00 WIB sampai Bandara Soekarno Hatta. Kami sedang menjemput sekarang,“ kata Kasie Penempatan TKI Disnakertrans Kabupaten Subang, H. Indra Suparman, Selasa 24 April 2018.

Disnakertrans Kabupaten Subang, melalui Indra Suparman mengungkapkan, sejak awal tahun 2018 hingga kini sudah 8 PMI atau TKI yang meninggal dunia, terlebih keberangkatannya lewat jalan illegal dan ada yang overstay. Namun demikian pihaknya selalu dan terus melakukan upaya kemanusiaan, termasuk agar tidak terjadi lagi pemberangkatan PMI illegal sudah dibentuk  tim dan tempat pelayanan satu atap.

Advertisement

Adapun identitas TKI yang meninggal dunia di Korea Selatan Muhamad Zeni (35) dan kematiannya dikarenakan sakit di Rumah Sakit Good Morning Daegu, (Sabtu 21 April 2018). Sebelumnya korban yang bekerja lepas harian ini ditemukan dalam keadaan sakit oleh rekannya di tempat tinggalnya di Daegu, Jumat, 20 April 2018 sekira pukul 19.00 waktu setempat .

Selanjutnya KBRI Seoul pun menugaskan mitranya untuk menghubungi perusahaan Funeral Service untuk membantu pengurusan jenazah di rumah sakit. “Kita pun sudah menghubungi keluarganya di Desa Cigugur Kidul, Kecamatan  Pusakajaya, Subang termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait, “jelas Indra.

Sedangkan seorang lagi bernama Junengsih (30) yang berasal dari Desa Mariuk, Kecamatan Tambakdahan, Subang. Korban dikabarkan meninggal dunia akibat terjun dari lantai 35 sebuah Apartemen di Hongkong City, Sabtu (14 April 2018). Korban menurut keluarganya berencana pulang dan melangsungkan pernikahan sehabis Lebaran sekitar awal Juli 2018.

Menurut ibu korban, Rohanah, seperti dituturkan Indra, anaknya itu bestatus janda beranak satu dan sudah memberitahu akan cuti pulang untuk melangsungkan pernikahan pada bulan Juli.