BUANAINDONESIA.CO.ID, PANDEGLANG – Sepuluh individu Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) hilang dari pantauan. Selama tahun 2017, tim monitoring TNUK hanya mendapati pergerakan 57 Badak Jawa. Padahal sebelumnya, tercatat ada 67 populasi Badak Jawa yang terekam di TNUK. Di tahun 2017 Badak Jawa yang hanya ada di Ujung Kulon menghilang sebanyak 10 ekor, tidak terekam oleh kamera pemantau.
Kepala Balai TNUK, Mamat Rahmat mengatakan, selama proses perekaman kegiatan spesies dilindungi itu sejak Januari hingga Desember 2017, diperoleh sebanyak 36.797 klip video yang terdiri atas 736 klip video Badak Jawa, 9.488 klip satwa lain yang terpantau ada 23 jenis.
“Sedangkan sisanya sebanyak 26.573 klip video non satwa. Dan dari hasil identifikasi itu, yang terekam kamera video trap hanyak sebanyak 57 individu,” ujar Mamat konfrensi pers hasil Monitoring Populasi Badak Jawa Tahun 2017 di TNUK, disalah satu rumah makan di Pandeglang, Senin, 26 Februari 2018.
Lanjut Mamat, dengan tidak terekamnya 10 individu hewan bernama latin Rhinoceros Sondaicus Desmarest itu, lantaran berpindah jalur sehingga berada di luar jangkauan pengamatan kamera.
“Kesepuluh Badak Jawa yang tidak terekam itu atas nama Kasih, Wira, Ratu, Satria, Srikandi, Sari, Tiara, Rimbani, Melati, Ratih,” sebutnya. pemasangan video trap ditahun 2011, angka populasi Badak Jawa yang terekam terus meningkat. Indentifikasi yang direkam tahun 2012, terdata sebanyak 51 individu Badak Jawa. Hingga tahun 2016, angkanya bertambah menjadi 67 individu,” ungkapnya
“Komposisi jenis kelaminnya 37 individu jantan dan 30 individu betina. Serta kelas umur anak sebanyak 13 individu dan remaja-dewasa 54 individu. Sedangkan hasil pemantauan lapangan tim monitoring tahun 2017, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kematian Badak Jawa,” terangnya.
Namun kini, dari 100 kamera video trap yang terpasang, hanya 50 persen yang aktif dan masih bagus. Sisanya rusak sehingga berpengaruh terhadap hasil clip video Badak Jawa.
Bupati Pandeglang Irna Narulita, harapkan Populasi Badak jawa bisa terjaga, satu satunya hewan langka di dunia hanya ada di TNUK dan itu berada di wilayah Kabupaten Pandeglang
” Saya harapkan Populasi badak jawa ini bisa terus berkembang, makanya aneh tadi ada laporan 10 Badak jawa tidak nampak terekam oleh Video, tetapi kemungkinan Badak Jawa ini bukan hilang, tetapi tidak menampakan diri saja di Tahun 2017, tetapi perlu kita sukuri bahwa Badak Jawa makin bertambah dan berkembang, itu perlu kita berikan apresiasi kepada pihak TNUK” pungkasnya.










