Garut, BuanaIndonesia.com – Kasatpol PP Kabupaten Garut, Firman Karyadin siap untuk digantikan atau diberhentikan apabila dinilai kurang baik dalam menangani PKL yang ada di Garut.
“Kalau memang benar akan mengevaluasi kinerja kami, silakan saja. Namanya juga tugas. Apalagi kami sebagai bawahan,” ujarnya, Selasa (10/5). Pernyataan ini Firman ungkapkan saat dilokasi pasar sementara Limbangan.
Selama menjabat Kepala Satpol PP, Firman mengaku kerap mendapatkan tekanan dan kemarahan Bupati Garut. Masih kata Firman, tuntutan penertiban PKL itu tidak pernah dibarengi anggaran memadai.
“Bayangkan, anggaran yang diterima setiap tahun untuk operasional kegiatan kami sangat minim. Sementara anggota sangat banyak,” katanya.
Ia mengungkapkan, anggaran untuk penindakan hanya dialokasikan sebesar Rp 57 juta/tahun. Sedangkan kegiatan yang harus dilaksanakan lebih dari sekali.
“Bukannya saya tidak mampu menertibkan PKL. Tapi sebenarnya PKL adalah tanggung jawab tim penertiban yang sudah diberi anggaran oleh Pemkab Garut. Satpol PP sama sekali tidak menerima anggaran untuk penertiban PKL. Semuanya sudah diserahkan kepada pemerintahan kecamatan Garut Kota,” katanya.
Ketika ditanyakan soal telepon Bupati Garut yang tidak diangkatnya, Firman membenarkannya.
“Saya sengaja tidak angkat. Soalnya, setiap menghubungi kerap memarahi. Bukan itu saja, setiap apel pun Bupati kerap mempermalukan di hadapan orang banyak. Saya juga punya harga diri. Kalau keseringan dimarahin di depan umum sudah tidak baik,” Kata Firman
Disadari Firman, tindakan yang dilakukannya bisa mengancam jabatannya. Tapi, ia mengaku sudah siap menerima konsekwensinya, termasuk dicopot dari jabatannya.









