
BUANAINDONESIA.CO.ID, Rancaekek – Satgas Citarum Harum Sektor 21 kembali menutup saluran pembuangan limbah cair milik PT Senotexindo Jaya Lestari yang beralamat di Kampung Pansor, Desa Nanjung Mekar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu 4 Juli 2018. Penutupan saluran limbah cair tersebut dikarena kan pabrik tersebut masih membuang limbah yang dinilai belum dikelola pengolahaan Ipalnya dengan baik.
Proses penutupan saluran pembuangan limbah cair dengan proses pengecoran semen di anak Sungai Ciamande ini cukup menyulitkan anggota satgas, sampai-sampai anggota satgas harus membendung air sungai terlebih dahulu agar pipa pembuangan limbah itu terlihat. Pasalnya, pipa itu berada di bawah permukaan air sungai.
Komandan Sektor 21, Kolonel Infantri Yusef Sudrajat mengatakan, penemuan saluran pembuangan limbah cair yang masih digunakan untuk membuang limbah tanpa dikelola dengan benar tersebut berdasarkan dari penelusuruan anggota Subsektor 1 Citarik.
Pada hari Sabtu kemarin anggota satgasnys memberikan video pembuangan limbah yang masih bau dan warnanya hitam pekat milik PT Senotexindo. Maka dari itu kami lakukan penutupan dulu.ujar Yusef
Menurut Yusef, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak pabrik sebelum melakukan penutupan saluran pembuangan limbah itu. Sebelumnya, kata Yusef, pihak pabrik sempat bersikeras bahwa limbah yang dibuang ke anak sungai Cimande itu sudah memenuhi baku mutu.
Menurut pihak perusahaan, warna hitam itu tidak masuk aturan baku mutu. Pasalnya mereka mengacu regulasi kementerian lingkungan hidup. Padahal jika ditelaah lagi, warna hitam itu Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD), ujar nya
Yusef juga mengatakan jika standar baku mutu untuk BOD adalah 60 PPMdan C0D adalah 160 PPM.
Satgas Sektor 21 akan kembali membuka semen coran penutup saluran limbah jika pabrik sudah memperbaiki instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Pabrik, kata Yusef, harus melapor ke Satgas Sektor 21 jika IPAL nya sudah diperbaiki.
Mereka wajib laporan dulu dan enggak boleh bongkar corannya sendiri. Nanti yg membongkar corannya kami sendiri dan itu jika pabrik sudah betul-betul menuntaskan dan memperbaiki masalah IPALnya.
Yusef mengatakan, penutupan saluran pembungan air limbah oleh Satgas Sektor 21 ini adalah kali ke 19-nya. Menurut dia, dari ke 19 pabrik yang ditutup saluran limbahnya untuk memperbaiki IPALnya itu tidak ada perlawanan yang berarti. Sebab, kata Yusef, pabrik-pabrik tidak bisa mengelak untuk mempertahankan argumen jika pabrik tidak membuang limbah yang tidak diproses secara baik.
Penutupan saluran limbah ini ke 19 kalinya pihak nya menutup saluran pembuangan. Kami masih akan melakukan penutupan lagi karena masih ada laporan beberapa pabrik yang masih membuang limbah tanpa pengolahan yang baik.
Sehingga menurut nya , sebagian besar pabrik-pabrik yang ditutup saluran pembuangan air limbahnya memang menempatkan saluran pembuangannya secara tertutup. Artinya, pipa saluran pembuangan air limbah memang sengaja dibuat begitu seolah tidak terlihat dengan cara dipasang dibawah permukaan air sungai,mungkin terlihat apabila air sungai nya surut.
Dansektor 21 Kol Inf Yusef Sudrajat mengatakan bahwa salah satu triknya perusahaan untuk mengelabui warga atau petugas tentang keberadaan pipa saluran pembuangan limbah nya itu. Sehingga, air limbah yang dibuang ke sungai langsung bercampur dengan air sungai.
Namun demikian jika diperhatikan ititik-titik yang ada pipa pembuangannya, warna airnya pasti berbeda-beda. bahkan berbau tidak sedap. Pihaknya akan terus melakukan pengawasan kepada pabrik-pabrik ini, ujar nya.
Ketika hendak dikonfirmasi, pihak PT Senotexindo Jaya Lestari tidak berkomentar terkait saluran limbahnya yang ditutup. Namun, PT Senotexindo Jaya Lestari kooperatif dengan menghentikan dulu aliran air limbah yang dibuangnya . selama penutupan saluran oleh Satgas citarum Harum sektor 21.









