SMK Negeri I Buahdua Membangun Pola Pendidikan Berbasis Industri

2.652 dibaca

Kepala SMK Negeri I Buahdua Poto bersama KCD wilayah VIII Provinsi Jawa Barat
BUANAINDONESIA.CO.ID,SUMEDANG-
Pola pendidikan sekolah menengah kejuruan berbasis industri yang dikembangkan oleh Pemerintah yang bertujuan untuk mendorong terciptanya tenaga kerja Indonesia yang terampil dan kompeten sesuai dengan kebutuhan dunia usaha serta Link and Match dengan Industri sudah sepenuhnya dilaksanakan oleh sekolah menengah kejuruan negeri Buahdua Kabupaten Sumedang – Jawa Barat.

Sekolah menengah kejuruan negeri Buahdua yang memiliki konsep keterkaitan dan kesepadanan dengan dunia industri  menyediakan beberapa bidang keahlian yang bisa dipilih oleh siswanya. Ada empat buah bidang keahlian atau jurusan di sekolah ini. Keempat bidang keahlian tersebut adalah Teknik Ototronik,  Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), Bisnis Daring Dan Pemasaran (BDPM), Teknik Komputer Dan Jaringan (TKJ) dan Akuntansi Dan Keuangan Lembaga (AKL).

Advertisement

Firman Irawan.M.Pd Kepala sekolah SMKN I Buahdua mengatakan,
Pola pendidikan sekolah menengah kejuruan berbasis industri atau disamakan dengan lingkungan dunia kerja yang sesungguhnya sudah kami laksanakan secara penuh, bahkan kurikulum yang digunakan juga mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) atau standar internasional, sehingga para lulusan telah memliki kemampuan kerja yang terampil.Ucapnya.Kamis, 22 Oktober 2020.

” Pola pendidikan berbasis industri memang sangat diperlukan, hal ini untuk menyiapkan kemampuan siswa dalam menjawab perkembangan Dunia kerja ataupun Industri yang terus berkembang”Lebih jauh Firman Irawan menjelaskan, sarana dan pra sarana pendidikan di SMKN I Buahdua tergolong lengkap, sehingga para siswa dapat mengembangkan kemampuan dirinya dalam mengeksplorasi kemampuan dirinya dalam dunia pendidikan sekaligus beradaptasi dengan lingkungan yang disamakan dengan suasana lingkungan kerja industri, sebab tanpa mempunyai kemampuan yang mumpuni sangat sulit para lulusan untuk mendapat pekerjaan, sehingga sedini mungkin kami memberikan pembiasaan serta penerapan disiplin secara maksimal agar para siswa mempunyai rasa tanggung jawab dan kemampuan yang terampil.

” Penerapan disiplin yang maksimal serta penanaman rasa tanggung jawab menjadi kunci sukses keberhasilan pengenalan lingkungan dunia kerja bagi para siswa” Pungkasnya.