BUANAINDONESIA, PANDEGLANG – Presiden Jokowi menetapkan kawasan Tanjung Lesung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang masuk Program Strategis Nasional (PSN). Tujuannya adalah meningkatkan skala ekonomi kawasan yang utamanya ditunjang dari sektor pariwisata. Dangan adanya jalan tol, kawasan Tanjung Lesung lebih mudah diakses sehingga target peningkatan pariwisata kawasan tersebut bisa dicapai. Namun nampaknya rencana pemerintah ini akan molor dari target.
Sejumlah aktivis Banten selatan ragukan soal isu percepatan pembangunan Tol Serang – Panimbang akan dikerjakan tahun ini. Pasalnya, hingga saat ini tim satuan tugas yang dibentuk pemerintah, hingga saat ini belum peroleh penyediaan lahan untuk pembangunan tol serang-panimbang tersebut.
Menurut Encep waas Ketua Aliansi Masyarakat Selatan Bersatu (AMSB) Pandeglang, jika adanya keseriusan tim. setidaknya pada sosialisasi tahapan pertama yang dilaksanakan pada tanggal 3 mei 2017 lalu, di 14 kecamatan, tim telah kantongi beberapa hektar lahan milik masyarakat untuk pembangunan tol serang-panimbang.
” Pasalnya tidak sedikit Penyediaan lahan yang tengah dibutuhkan oleh PT Wijaya Karya. Tol yang dibangun diatas lahan seluas 785 hektar dengan panjang mencapai 83,6 KM meliputi 14 kecamatan dan 48 Desa. nanti yang akan dilalui diantaranya Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. hanya sisa waktu yang cukup sedikit.
Encep berharap Bupati Pandeglang agar segera memanggil, menegur, tim satuan tugas A – dan satuan tugas B
” Agar lebih serius lagi dalam mengawal dan mengawasi penyediaan lahan agar percepatan pembangunan tol serang-Panimbang dapat tercapai tahun ini,” pungkas.










