Tanda-Tanda Poros Baru Akan Lahir, Gerindra Tegaskan Pasangan Demiz – Syaikhu Belum Pasti

18.366 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – Sejumlah ketua partai di Jawa Barat bertemu dan melakukan komunikasi lanjutan membahas berbagai permasalahan seputar pemilihan kepala daerah Jawa Barat 2018 mendatang pada senin, 21 Agustus 2017 di Hotel Horison, Bandung Jabar

Hadir dalam pertemuan itu Plt Ketua DPW PAN Jabar, Hasbullah, Ketua DPW Demokrat Jabar, Iwan Sulandjana, Ketua DPW Jabar PPP, Ade Munawaroh Yasin, Ketua DPD Gerindra Jabar Mulyadi. Sementara Ketua DPW Jabar Syaiful Huda diwakili Kadernya Hendra Guntara, sedang Hanura diwakili Ketua Tim Pemenangan Pilkada Partai (TPPP) Hanura Jabar, Budi Hermansyah.

Advertisement

Ketua DPW Partai Demokrat Jabar, Iwan Sulandjana mengatakan, pertemuan yang digelar kali ini untuk menyamakan persepsi diantara pimpinan partai di Jawa Barat,

” Bagaimana membangun Jawa Barat dan menciptakan pemimpin yang disetujui bersama, ” kata Iwan

Sementara itu, menjawab pertanyaan wartawan alasan mengapa Partai Nasdem tidak diundang dalam agenda hari ini, Ketua DPW Jabar PPP, Ade Munawaroh Yasin mengatakan Nasdem tidak masuk dalam agenda pembicaraan kali ini

” Belum bicara dengan Nasdem karena Nasdem telah mendeklarasikan siapa yang diusung, jadi tidak masuk dalam agenda kami , ” Kata Ade

Masih kata Ade, pihaknya tidak nyaman juga jika figur langsung direct ke pusat

” kita ini ( didaerah ) guidence. DPP kan juga akan bertanya pada kita didaerah siapa yang diajak berkoalisi, siapa yang akan diusung, ” kata Ade

Di penghujung Konfrensi Pers, Mulyadi, Ketua DPD Jawa Barat Partai Gerindra mengatakan, pasangan Deddy Mizwar ( Demiz ) dan Ahmad Syaikhu masih belum dikatakan pasti. Masih kata dia, hingga saat ini Demiz belum memperlihatkan perkembangannya dalam proses menjadi kader Gerindra

” Ada komitmen bahwa pak Deddy Mizwar jadi Kader. Memenuhi lah salah satu persyaratan dari pak Prabowo. Sebenarnya belum ada proses lah beliau jadi kader, ” kata Mulyadi

Lanjut Mulyadi, belum ada rekomendasi tertulis dari internal Gerindra pada pasangan ini.

” Disebut pasti itukan harus ada hitam diatas putih, berupa rekomendasi dari DPP. Kesepakatan PKS dan Gerindra ditataran baik secara partai ataupun kader, pemahaman kita ( Gerindra dan PKS ) akan bersama -bersama, secara eksekusinya kan menunggu proses persyaratan – persyaratan partai masing – masing. Itu dinamis lah, belajar dari ( Pilkada ) Jakarta kan satu dua hari sebelum hari H, ” ucapnya

Lagi- lagi Mulyadi pun mematahkan anggapan adanya statement pasangan Demiz dan Syaikhu telah fix ( 100%)

” Gak ada 100%, kata siapa 100%, gak ada . 100 % itu ada hitam putih dimasukin, ada nama itu dimasukin ( didaftarkan ke KPU), ” kata Mulyadi