
BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG,- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersyukur atas penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha yang diberikan presiden Joko Widodo. Baginya ini merupakan kado sebelum dirinya tidak berkantor lagi di Gedung Sate. Ditengah rasa syukur nya sebelum meninggalkan gedung sate Aher prihatin atas kasus ott yang menimpa salah satu Bupati yang ada di Jawa Barat.
“Pada tahun ini piala tersebut jatuh ke Jabar karena mendapatkan penilaian LPPD, pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan degan nilai tertinggi tiga tahun berturut-turut, 2015, 2016, dan 2017. Nanti 2018 pun nanti akan diberi ke 2019 pun akan menjadi yang ke 4 kalinya” jelas Aher, Kamis, 12 April 2018.
Terkait pemberitaan penangkapan terhadap salah satu pimpinan kepala daerah di wilayah Jawa Barat, dirinya berharap tak terjadi lagi.
“Saya berharap tidak ada lagi terjadi di Jawa Barat, saya berharap bercita-cita tidak ada sampai akhir masa jabatan tidak ada apa-apa, ternyata ada 2 terjadi Subang dan sekarang KBB. Sedih dan prihatin yah,” sambung Aher singkat.

Kedua kepala daerah yang diduga terlibat tindak pidana korupsi, kata Aher, memiliki keterkaitan dengan pilkada, untuk itu dirinya mengimbau agar menghindari dan tidak melakukan tindakan melawan hukum, termasuk kategori korupsi. Tidak melakukan mark up, tidak menerima gratifasi, dan tidak melakukan suap menyuap.
“Pokoknya hindari semua tindakan keuangan yang menyimpang yang berkategori tindak pidana korupsi tinggalkan, gak ada cara lain,” pungkas Aher.









