Ternyata Sudah 22 Tahun Beroperasi, Ijin ‘ Aqua ‘ Bermasalah

10.548 dibaca

BUANAJABAR.COM, SUKABUMI -Ketua DPRD kabupaten Sukabumi, Agus Mulyana memanggil perwakilan Perusahaan produsen air minum dalam kemasan (AMDK) merk Aqua. Pemanggilan ini menyusul adanya temuan komisi I DPRD Sukabumi terkait belum adanya Surat Izin Pengmbilan Air (SIPA) perusahaan itu.

Produsen air kemasan itu telah beroperasi di wilayah cidahu, Sukabumi selama hampir 22 tahun. Namun DPRD menemukan belum ada SIPA yang dikantongi perusahaan itu. Selain memanggil PT Aqua Golden Mississipi (AGM), DPRD juga memanggil PT Tirta Investama (TIV).

Advertisement

Pertemuan tersebut tepatnya di adakan di Desa Babakanpari, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, di hadiri oleh Muspika Kecamatan Cidahu dan Cicurug, kemudian Ormas Kepemudaan , OKp, LSM beserta segenap Warga masyarakat dan tokoh masyarakat yang ada di wilayah tersebut,

” Pertemuan ini membahas terkait tindak lanjut hasil temuan dari komisi I beberapa waktu lalu, yaitu terkait masalah Surat izin Pengambilan Air (Sipa) dan dalam hal ini saya selaku ketua DPRD Kabupaten Sukabumi meminta kepada perusahaan tersebut untuk mematuhi semua aturan yang menjadi kewajiban perusahaan, baik dari urusan izin maupun Corporate Social Responsibility (CSR),” kata Agus

agung-suryamal-sosmed

Di sisi lain mengatakan melanggar Peraturan Pemerintah nomer 121 tahun 2015, yaitu badan pemegang izin tidak boleh memindah tangankan ke pihak lain, yakni pemegang izin Sipa itu adalah perusahaan PT Aqua Golden Mississipi (AGM) sedangkan PT Tirta Investama (TIV) belum memiliki izin, tapi kenapa PT AGM tersebut menyalurkan pipanya ke  perusahaan milik PT TIV dengan alasan holding, padahal holding itu tidak ada dalam perda Kabupaten Sukabumi dan pabrik ini berjalan sudah hampir 22 tahun,” sesal Agus

Ketua DPRD mengatakan akan secepat mungkin Pemerintah Daerah akan membentuk Pansus terkait penanganan masalah tersebut, kemudian pihaknya akan berkordinasi dengan dinas terkait, baik dari Provinsi maupun pemerintah pusat