BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Tidak adanya hidran air di area pasar menjadi salah satu kendala pihak pemadam kebakaran dalam menangani api di lokasi kebakaran Pasar Pameungpeuk Garut. Seperti di ceritakan Novan Warga sekitar pasar Pameungpeuk Kepada Buanaindonesia.co.id .
Novan mengatakan, saat ini petugas pemadam Kebakaran Pemda Garut Harus mengambil air di sungai yang jaraknya 3 hingga 4 KM untuk memenuhi kebutuhan air dalam memadamkan api sedangkan bahan material yang ada di pasar merupakan bahan yang mudah terbakar
” Sulit kang tidak tersedianya air di sekitar lokasi Kebakaran,”ujar Novan.
Sambung Novan, saat ini warga juga ikut bergotong royong memadamkan api mesti dengan alat seadanya, sementara pihak damkar kesulitan mencari sumber air,
” Semestinya ditempat seperti ini Pemda melalui dinas Pasar menyediakan Hidran air untuk persiapan apabila ada hal- hal yang tidak di inginkan seperti saat kebakaran sekarang ini. Seharusnya Dinas Pasar Menyediakan Hidran di pasar ini untuk mengantisipasi apabila ada kejadian seperti ini,” cetusnya.
Sementara itu, Yudha Puja Turmawan Anggota DPRD Garut Fraksi PDI Perjuangan membenarkan apa yang disampaikan Novan. Menurut Yudha sebagai fasilitas Publik seyogyanya Pihak Pemda Garut menperhitungkan kemungkinan yang akan terjadi dan mempersiapkan untuk penanganannya ,salah satu nya yang saat ini di butuhkan di lokasi Kebakaran Pasar Pameungpeuk.
” Seharusnya pemda bisa lebih cermat menyediakan apa yang dibutuhkan di tempat tempat Fasilitas publik seperti saat ini yang terjadi di lokasi kebakaran yang membutuhkan Hidran air untuk kebutuhan Damkar dalam menangani Kebakaran,” pungkasnya.












