BUANAINDONESIA.CO.ID, CIMAHI – Uji coba pemberlakuan transaksi non tunai di gerbang toll Purbaleunyi mulai dilakukan hari ini. Pemberlakuan E-Toll ini di gadang-gadang bisa mengurangi penumpukan kendaraan saat transaksi di depan gerbang toll.
“Jadi memang untuk uang elektronik ini mulai kita berlakukan di gerbang tol Baros satu ini mulai hari ini tanggal 22 September 2017,” kata Endang Sabarudin, selaku deputi jenderal manager tol collection management Purbaleunyi, saat ditemui wartawan depan gerbang toll Baros 1, Jumat, 22 september 2017.
Informasi uji coba pemberlakuan transaksi non tunai ini diklaim sudah disosialisasikan pihak jasa marga melalui, media radio, televisi, cetak, maupun koran, sejak beberapa waktu lalu.
“Informasi ini sudah kita sampaikan di radio-radio seputar kota Bandung, ke televisi, media cetak maupun elektronik,” jelas Endang.
Meski sudah disosialisasikan melalui beberapa media, namun masih ada sebagian pengendara yang memutar arah karena tidak memiliki kartu E-Toll.
“Mayoritas mungkin yang memutar balik arah itu, masyarakat yang tidak membawa uang, dia mungkin hanya bawa persediaan lima ribu karna dia pikir bayar tol hanya dua ribu,” Pungkas Endang.
Kartu E-Toll sendiri bisa dibeli langsung di gerbang toll sendiri, biasanya para penjual akan menghampiri para pengendara yang belum memiliki kartu E-Toll. selain di gerbang toll, juga bisa dibeli di sejumlah bank, diantaranya, bank Mandiri, BRI, BNI, dan BCA, maupun di minimarket terdekat.
“Kartu E-Toll sendiri bisa dibeli di gerbang toll, atau bank terdekat cabangnya, terdiri bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA dan juga di minimarket,” tukasnya.
Dari hasil uji coba sementara, dari pukul enam pagi tadi hingga saat ini hasilnya cukup signifikan meski sempat terjadi penumpukan kendaraan depan toll Baros 1. karena transaksi non tunai ini lebih cepat dibandingkan transaksi tunai, jika transmisi manual atau tunai memakan waktu 5 sampai 6 detik, dengan E-Toll hanya 2 Sampai 3 detik saja.
“Alhamdulillah disini dari tadi pagi disini meskipun antrian panjang tapi cepat terurainya, karena cepat transaksinya, semula dari 5 sampai 6 detik sekarang hanya 2 sampai 3 detik,” tuturnya.
Pihak jasa marga menargetkan akan menggunakan transaksi non tunai pada 30 Oktober 2017 mendatang pada semua toll di Indonesia.
“Target kita untuk seluruh Indonesia akan diberlakukan seluruh gerbang toll pada 30 Oktober 2017 mendatang,” ujarnya.

Meski penggunaan transaksi non tunai ini bisa mengurangi tenaga kerja di gardu toll, namun pihak jasa marga berkomitmen tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja dengan karyawannya.
Nantinya karyawan yang bekerja di gardu toll akan di pekerjakan di anak perusahaan milik jasa marga, terlebih dahulu akan dilakukan peningkatan kemampuan pada para karyawan yang semula di gardu toll.
“Kalau jasa marga sendiri tidak akan melakukan PHK pada karyawan karena jasa marga punya program-program dan anak usaha. Jadi nanti yang semula di gardu-gardu toll ini akan dinaikan pengetahuannya dan akan ditempatkan di anak usaha lainnya,” jelasnya.











