Transportasi Online Akan Di Protes. Angkot Bandung Mogok Lagi

32.681 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG – “Sehubungan akan dilaksanakan aksi penyampaian aspirasi dan tuntutan mengenai operasional taksi online dan adanya aksi mogok operasi angkutan perkotaan dan taksi pada tanggal 10-13 oktober 2017 nanti. Mari persiapkan diri dengan mulai memilih bersepeda berjalan kaki atau berkendara bersama,” Demikian kutipan akun Instagram Dishub Kota Bandung.

Dishub Kota Bandung memberikan informasi akan adanya rencana mogok massal angkutan kota pada 10-13 Oktober mendatang. Dishub pun melakukan sosialisasi kepada masyarakat lewat media sosial terkait rencana mogok tersebut.

Advertisement

Kepala Dishub Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan Pemkot menyiapkan kendaraan yang akan dioperasikan membantu transportasi warga kota Bandung.

“Kita punya bus cadangan, ada 14 bus besar itu akan dioperasikan titiknya ditentukan, nanti akan di-publish ke masyarakat, kemudian ada delapan bus sedang itu juga sama akan beroperasi. Kemudian ada 28 mobil dinas akan dioperasikan tiap terminal,” kata Didi 6 oktober 2017

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan, ada 222 unit kendaraan yang akan beroperasi di 19 koridor. Jumlah tersebut terdiri dari 40 unit TMB, 79 bus Damri dalam kota, 36 bus sekolah, 75 Damri AKDP, dan 2 unit bus buruh.

Dinas Perhubungan juga akan memperbantukan kendaraan bus, terdiri dari 14 unit bus besar untuk melayani delapan rute dan delapan unit bus sedang yang melayani empat rute. Ada pula 28 kendaraan operasional milik para pejabat Dinas Perhubungan yang akan bersiaga di 20 titik.

Dengan antisipasi ini, transportasi di Kota Bandung diharap tidak akan lumpuh.

” Sudah kita lakukan di media sosial yaitu penyiapan mental masyarakat supaya tidak panik menghadapi demo juga mereka menyiapkan transportasi yang mandiri,” tuturnya.

Didi mengatakan rencananya sopir angkutan akan melakukan unjuk rasa ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Mereka akan menyampaikan aspirasi dan keluhan terkait angkutan online.

“‘Tapi kami berharap ini tidak terjadi, sekarang lagi dirapatkan oleh Pak Gubernur,” tambahnya.