Ekspektasi Publik Terhadap Pemimpin Kota Bandung Masih Tinggi

5.397 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG-Lembaga Kajian Aliansi Masyarakat Untuk Hak Asasi Manusia, Demokrasi dan Keadilan Hukum ( Amandemen ) kembali merilis hasil pemantauannya  menyoal Pemilihan Kepala Daerah di beberapa daerah di Jawa Barat. Salah satu dari daerah itu adalah Kota Bandung yang akan menggelar pemilihan walikota Bandung . Sejumlah permasalahan masih belum kelar diselesaikan, meski sudah mengalami berbagai progress. Masalah ekonomi menjadi hal utama yang harus segera mendapat perhatian khusus di kota Bandung.

Demikian dikatakan sekretaris Amandemen, Cepi Alhumaedi kepada media pada sabtu, 7 oktober 2017

” Pertama ekonomi. Masalah ekonomi sudah sedemikian akut untuk Bandung. Imbas ekonomi ini sudah ke berbagai sendi kehidupan warga Bandung. ya salah satunya perceraian misalnya. Teman – teman boleh tanya ke PA ( Pengadilan Agama ) . Data mereka itu 2.400 pasangan yang bercerai karena permasalahan ekonomi. Itu baru satu ya permasalahan sosial yang akan tumbuh karena ekonomi. Banyak lagi, narkoba, intoleransi juga akan tumbuh subur jika masalah ini tidak cepat terselesaikan, ” Kata Cepi

Lebih lanjut Cepi menuturkan, ekspektasi warga Bandung sangat tinggi akan pemimpin kota Bandung. Kota Bandung butuh seorang manajer yang paham permasalahan ini.

” Bukan tataran wacana saja. Bukan tataran estetika kota saja. Kalau soal estetika pembangunan kota, sata kira cukup dipegang pembantu manajer saja, kepala dinas. Saya akan beri contoh lagi, rekan – rekan bisa tanya praktisi pariwisata kota Bandung, pengusaha hotel kota Bandung, apakah dampak dari pembangunan kota Bandung banyak mempengaruhi tumbuhnya tingkat hunian bagi hotel mereka . mengapa hotel ? mari badingkan data tumbuhnya jumlah hotel di Bandung. Kalau data di PHRI 370 hotel yang ada di Bandung, mengejutkan memang kalau statemen PHRI juga mengatakan dari 370 itu ada seratusan hotel yang ijinnya dipertanyakan. Persaingan sudah tidak sehat, baru satu aspek itu ya.  Beban pengusaha hotel semakin berat, jika mereka gulung tikar atau melarikan investasinya kedaerah lain, ini akan menambah permasalahan sosial. Itu mengapa saya tadi bilang, pembangunan di Bandung tidak sebanding lurus dengan perkembangan pariwisata Bandung. Dari permasalahan itu, publik ekspektasinya tinggi pada pemimpin Bandung mendatang bisa selesaikan masalah ini. Tidak semudah membalikkan telapak tangan memang, tapi kami yakini, walikota mendatang tidak hanya membanggakan pembangunan yang sifatnya monumental, estetika semata, tapi lebih ke pembangunan yang memberi efek potif bagi tumbuhnya ekonomi kota Bandung, tumbuhnya wirausahawan baru, minimal wirausaha mikro, kecil menengah, ” ucapnya.

Tambah Cepi ada beberapa nama figur yang berpengalaman di bidang ekonomi dan diharap bisa menjadi pemimpin kota Bandung yang mumpuni.

” Figur pemimpin yang bisa pahami persoalan pelaku usaha. Kombinasi antara praktisi ekonomi dan birokrat akan menjadi pasangan ideal pemimpin kota Bandung. Praktisi ekonomi ini nantinya paham kebutuhan para pelaku usaha atau calon pelaku usaha dari tingkat mikro sampai besar. Kami saat ini memang melihat beberapa calon pemimpin potensial di bursa cawalkot kota Bandung. Satu lagi perlu digaris bawahi ya, praktisi ekonomi yang kami maksud bukan saja pengusaha biasa, tapi pengusaha yang mampu berkomunikasi dan memiliki pemikiran progresif terhadap ekonomi kota Bandung. Mampu melihat potensi kota Bandung. Bisa juga praktisi ekonomi yang berasal dari kalangan birokrat itu sendiri. Birokrat yang setiap harinya berkutat dengan urusan pelaku usaha dan perekonomian. Lalu soal birokrat tadi, yang kami maksud birokrat plus. Birokrat yang mampu mengkomunikasikan setiap programnya juga ke legislatif, agar nantinya setiap program bisa berjalan lancar. Kalau boleh menyebut nama di sana ada Oded, wakil walikota ya, lalu kepala dinas koperasi dan UMKM ya Priana, lalu ada lagi kita lihat sekda kota Yossi. Diluar itu ada juga, dari pelaku usaha Bandung, Iwa dan Yana, ” kata dia

Lebih lanjut Cepi mengungkapkan, Pilwalkot Bandung kali ini unik dan ketat

” bayangkan saja, ada 3 birokrat yang kini masih aktif masuk bursa. Oded, Priana dan Yossi. Oded punya kelebihan komunikasi politik yang baik, Priana cukup berpengalaman di Birokrasi dan kalangan pelaku usaha kecil menengah lalu Yossi juga sekarang posisinya sekretaris daerah. Tinggal partai yang menilai nanti. Kami sih sebagai publik berharapnya partai juga mempertimbangkan pengalaman dan kapabilitas para figur ini, selain latar belakang clear and clean tentunya,” kata dia.