Warga Limbangan Timur Protes, Bupati Garut Siap Turunkan Satpol PP

39.016 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, GARUT – Sebagian warga kampung Ciseureuh desa Limbangan Timur kecamatan Bl Limbangan resah dengan adanya pengerukan tanah yang dikerjakan oleh pengusaha Rumah Makan Rofita, pasalnya pengerukan tersebut sangat riskan bisa mengakibatkan longsor kapan saja.

” Dengan tingkat kemiringan 90 derajat, serta di atas pengerukan merupakan rumah padat penduduk , kami khawatir longsor akan terjadi kapan saja”, kata Denden Amirulloh perwakilan warga masyarakat Limbangan Timur, Senin 29 April 2019.

Masih kata Denden, pernah suatu hari seorang warga melakukan protes kepada pihak pengusaha galian, namun bukan mendapat jawaban malah mendapat perlakuan intimidasi dan pemukulan. Warga protes kepada pihak owner, karena kegiatan alat berat sangat riskan getaranya terasa sampai rumah warga yang berada tepat di atas tebing pengerukan bukan nya di denger malah di pukuli. Rekan kami di intimidasi dan dianiaya oleh suruhan pengusaha, saat ini tengah di proses di Polsek Limbangan” jelas Denden melalui pesan WhastAppnya.

Denden meminta, Pemkab Garut untuk menghentikan proyek pengerukan itu, apabila tidak diindahkan pihaknya khawatir masyarakat akan berbuat anarkis.

” Apalagi hasil dari investigasi mulai dari RT, RW, Desa sampai Kecamatan, proyek tersebut tidak berizin”, pungkasnya.

Sementara itu mendengar adanya permasalahan ini, Bupati Garut H Rudy Gunawan akan segera memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ) untuk memeriksa perizinan pengerukan tanah tersebut.

” Nanti kita akan intruksikan Satpol PP untuk memeriksa perizinannya”, ucap Bupati Garut H Rudy Gunawan.