Kekeringan landa Kabupaten Garut

10.426 dilihat
akibat kekeringan

GARUT.Buana Indonesia- Seluas 2.028 hektare areal pesawahan di 27 kecamatan di Kabupaten Garut retak-retak karena tidak mendapat pasokan air. Kondisi itu terus meluas selama musim kemarau tahun ini. Kekeringan kali ini  mencapai tiga kali lebih cepat bila dibandingkan dengan awal Juli lalu. “Saat itu, areal persawahan yang terancam kekeringan hanya seluas 500 Ha saja. ”kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kabupaten Garut Tatang Hidayat belum lama ini dikantornya

“Saya menghimbau pada seluruh kelompok usaha pelayanan jasa alat (UPJA) mesin pertanian di Garut agar segera menyewakan pompa airnya. Penyewaan peralatan pompa ini dimaksudkan untuk mengatasi kekeringan sawah warga”  tambahnya

Advertisement

Sementara itu Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas TPH Kabupaten Garut Wawan Suherman menilai, kekeringan yang terjadi pada ribuan hektare areal sawah di 27 kecamatan tersebut belum disebut sebagai kegagalan panen. Pasalnya, pihak Dinas TPH melalui seluruh kecamatan di Garut telah memberikan sosialisasi terhadap warga untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau.

”Kami sudah berikan imbauan kepada warga agar menanami lahan sawah mereka dengan tanaman komoditas lain yang berusia pendek. Memang, di beberapa lokasi, ada sawah yang rusak. Tapi bukan berarti Garut mengalami gagal panen untuk produksi padi. Komditas padi di beberapa tempat masih ada yang produksi,” jelas Wawan.

Menurut Wawan, pihak Dinas TPH telah memerintahkan seluruh petugas pertanian di tiap kecamatan untuk melaporkan perkembangan areal persawahan setiap dua minggu sekali. Bukan hanya untuk memantau perkembangan ancaman kekeringan, hal ini juga dimaksudkan agar pemerintah dapat mencarikan solusi penanganan yang tepat(Den’s)

Advertisement