Kepala Disdik Kota Palembang, Akui SD Negeri 155 Kurang Guru “Yes” Tidak ada Guru PNS Dibantah

1.360 dilihat
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto.Foto : Int

BUANAINDONESIA – SUMSEL- Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto bantah soal tidak ada guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) di S Sekolah Dasar Negeri (SDN) 155 Palembang di Kecamatan Gandus Kelurahan Pulo Kerto Air Hitam Palembang. Khusus SDN 155 Palembang ada dua lokasi berbeda, pertama di Air Hitam dan kedua di Raider Gandus – filial.  Jumlah Siswa di SD Air Itam 36 Siswa dan Raider Gandus 150 Siswa.

“Tidak benar, kalau tidak ada PNS di Sekolah tersebut,  kalau kekurangan guru iya,”Kata Zulinto. Saat dikonfirmasi di ruang Dinas Pendidikan Kota Palembang. Rabu 8 Januari 2020.

Djelaskan, SD Negeri 155 Palembang di bangun sejak tahun 1988,  Guru ada tiga  PNS  dan dua  guru honorer Tamatan SMA.  Jadi kekurangan  PNS 4 orang.  Pada penerimaan CPNS tahun 2020 ini akan disiapkan  tiga  orang CPNS untuk mengisi  kekurangan SD tersebut

Dikatakan, Tamatan SMA kalau ngajar SD secara kompetensi sudah cukup. Walaupun secara keprofesian tidak boleh.

“Tidak bisa diangkat PNS kalau SMA jadi Guru, harus memenuhi standar profesi. Namun Kualitas para guru honorer tidak kalah dibandingkan dengan mereka yang sudah PNS,”ujarnya

Diakui, Selama ini SDN 155 Palembang, sangat terbantu dengan beradaan guru honor untuk menutupi kekurangan guru PNS. Kualitas para guru honorer ini pun tidak kalah dibandingkan dengan mereka yang sudah PNS.

“Memang di setiap SD itu guru PNS masih banyak kurang, sisanya dibantu oleh guru  honor, keberadaan guru honor sangat membantu untuk menutupi kekurangan guru,”jelasnya.

“Hari ini Rabu (8/1/2020) baru pulang dari SD  Negeri 155 Air Itam, mengecek bangunan bantuan pemerintah pusat,”ujarnya

Masih kata orang nomor satu di Dinas Pendidikan Kota Palembang, cukup jauh dari pusat kota.

“Memang lokasi mereka jauh dari pusat kota, apabila disana tidak ada pendidikan, khawatir kita anak-anak disina tidak bisa menempuh pendidikan yang layak, mereka digabung ke Riader Gandus SD Filial tidak mau alasannya cukup jauh,”pungkasnya.