Lawyer non-aktif Chairul, Sarankan Tempuh Jalur Hukum Terkait Pergub 74 Tahun 2018

4.422 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, SUMSEL- Lawyer non-aktif Chairul S Matdiah,  menyarankan kepada masyarakat yang merasa dirugikan akibat pencabutan Pergub  23 Tahun 2012  dan diterbitkan Pergub No.74 Tahun 2018 tentang Angkutan Batubara (Angbara) menggunakan jalan khusus dan Kereta Api. Untuk menempuh jalur hukum.

Mantan Wartawan ini mengaku,  banyak  masyarakat  menelpon dirinya untuk memperjuangkan nasibnya terkait distop angkutan batubara melalui jalan umum.

“Saya banyak menerima keluhan para sopir angkutan batubara, buruh tambang,”kata Chairul S. Matdiah. Kamis 29 November 2018.

Dikatakan, dengan diberlakukan pergub Nomor 74 tahun 2018 akan mempengaruhi penjualan batubara dan pada akhirnya akan  mengakibatkan hilangnya pendapatan negara dari sektor penerimaan bukan pajak.

“Banyak yang hilang royaltinya, selain itu juga melumpuhkan perekonomian masyarakat yang tergantung dari Batubara,”ujarnya

Disarankan, masyarakat untuk menggunakan exekutif summary karena exekutif summary dapat dijadikan bahan dalam melakukan pembelaan diri ketika mengajukan gugatan ke Pengadilan

“Exekutif summary, pertentangan undang-undang jalan, undang-undang angkutan dan lalu lintas dan undang-undang minerba dengan Perda Provinsi Sumatera Selatan nomor 5 tahun 2011 dan peraturan Gubernur Sumsel nomor 23 tahun 2012,”kata Chairul S. Matdiah

Dijelaskan, Undang-undang jalan, Pasal 14, bahwa kewenangan pengaturan jalan umum yang masuk dalam status jalan nasional berada pada pemerintah pusat.

Sementara itu, Menteri Perhubungan juga mendukung dicabutnya angkutan batubara melintasi jalan umum

“Saya apresiasi Gubernur Herman Deru berani mencabut larangan angkutan batubara melintasi jalan umum di Sumsel, untuk memperbaiki jalan tersebut membutuhkan dana yang besar,”kata Budi Karya Sumadi (BKS), Sabtu,24 Nov 2018 yang lalu di hotel Santika Palembang, Jalan Radial.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengucapkan terima kasih, kepada semua pihak, DPRD Sumsel  telah memberikan dukungan penuh menerbitkan Pergub 74/2018 melarang truk batubara melintas jalan umum.

“Truk angkutan batubara bisa dihentikan melintas jalan umum berkat dukungan semua pihak, ”ujarnya

Dia mengaku sudah banyak yang datang menghadapnya hendak memberikan martabak batubara dengan berbagai rasa.

“Saya pilih Martabat dibanding Martabak,”Ujar HD, Saat menghadir HUT Muara Enim ke-72, Kamis 22 November 2018 yang lalu