Mejelis Hakim Kabulkan Suami Terdakwa Jadi Saksi

5.372 dilihat

BUANAINDONESIA.CO.ID, SUMSEL- Terdakwa Eva Suvianty Alias Eva dalam kasus perbuatan Pidana, penipuan dan penggelapan dengan dakwaan pasal 372 dan Pasal 377 KUHP. Kasus ini masih dalam tahap pemeriksaan saksi saksi. Sungguh aneh saat saksi yang dihadirkan bernama Fredy ternyata isteri dari terdakwa. Sehingga sebelum proses diambil keterangan.

Ketua majelis Yosdi berbeda pendapat dengan hakim anggota Kamaluddin. Namun Ketua majelis Yosdi, melemparkan persoalan saksi Fredi  kepada Jaksa Penuntut Umum, Faisol.

“Apakah saksi Fredi akan tetap dijadikan saksi”, ujar Yosdi,  Ketua majelis,  Kamis 14 Februari 2019

Menanggapi permasalahan tersebut JPU.Faisal mengatakan kepada majelis bahwa saksi Fredi tetap dijadikan saksi karena termasuk dalam Berita Acara Pemeriksaan dengan berdasarkan saksi bersumpah.

Dengan ketegasan Jaksa Faisal  akhirnya majelis membolehkan saksi Fredi diambil keterangan”kami berikan kesempatan saksi Fredi memberikan keterangan ,”ujar Yosdi di Persidangan Pengadilan Negeri Palembang Kamis (14/2)

Usai pemeriksaan saksi Fredi, Yosdi memerintahkan kepada pengacara terdakwa Supendi, supaya menghadirkan saksi yang meringankan.

“Jika tidak dapat menghadirkan saksi yang meringankan maka kami akan memeriksa terdakwa,” Jelas ketua majelis kepada pengacara.

Lebih lanjut ketua majelis bahwa perkara ini adalah perkara biasa sehingga harus mengingat masa penahanan terdakwa.”maka kita harus perhatikan berapa lama lagi penahan terdakwa,”tegas Yosdi.

Terkait saksi Fredi yang merupakan suami dari terdakwa ditanggapi beragam, menurut koordinator Penghubung Komisi Yudisial cabang Sumatera Bagian selatan,”bahwa saksi yang ada hubungan kekeluargaan tidak dapat dijadikan kesaksian,” ungkap Zaima.

Sedangkan menurut ahli hukum Universitas Muhammadiyah Palembang,Syaripuddin pada intinya hakim harus menawarkan kepada saksi Fredi apakah bersidia disumpah jika bersidia disumpah,”maka boleh bersaksi,” terangnya

Ditambahkan Syaripuddin, persoalan seperti ini, sebenarnya tidak perlu terjadi,”karena menyalahi aturan hukum,”Jelasnya.(Rahman)