Panglima TNI Bersama Kabaharkam Polri Dan Kepala BNBP, Tinjau Isolasi Rumdin Walikota Semarang

9.214 dilihat

BUANAINDONESIA, SEMARANG – Kedatangan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen.Pol Arief Sulistyanto, dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, dalam meninjau tempat isolasi yang terpusat Rumah Dinas Walikota Semarang, Minggu, 25 Juli 2021

Kedatangan Panglima TNI, Kabaharkam Polri dan Kepala BNBP ini, langsung disambut Wagub Jateng, Walikota Semarang, Kadinkes Kota Semarang, Kapolrestabes Semarang serta Dandim 0733.

Advertisement

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama rombongan langsung menyapa pasien COVID-19 yang sedang melaksanakan olahraga.

Panglima TNI menuturkan, bahwa kasus positif COVID-19 di Indonesia masih tinggi. Oleh sebab itu dibutuhkan kerjasama untuk menyelesaikan permasalahan COVID-19.

“Kita harus saling bahu membahu, untuk menyelesaikan permasalah COVID-19 yang terjadi saat ini di negara kita,” kata Panglima TNI. Seperti dilansir dilaman https://humas.polri.go.id. Minggu 25 Juli 2021

Dikatakan Panglima, berkaca dari lebaran 2021, kasus covid 19 melonjak dua minggu setelah itu. Dirinya berharap perayaan Idul Adha tahun tidak terjadi lonjakan seperti saat Idul Fitri kemarin.

“TNI Polri mempunyai tugas tracing kontak erat, vaksinasi dan pembagian obat. Serta menyiapkan tempat isolasi baik mandiri yang diawasi Babinsa dan Bhabinkantimas maupun isolasi terpusat,” jelasnya.

Lanjutnya, TNI Polri juga diberi tugas untuk memberikan pendampingan trancing kontak erat. Dirinya mengakui bahwa hasil evaluasi tracing kontak erat pasien positif COVID-19 dinilai masih kurang.

“Oleh sebab itu, dalam pelaksanaan tracing kontak erat nantinya, dibantu TNI Polri sampai ke wilayah perkampungan maupun desa,” ujar dia.

Panglima TNI juga berharap, dengan adanya tracing kontak erat, bisa mendeteksi 15 orang yang kontak erat dengan pasien terpapar COVID-19.

Hal ini bertujuan, masih kata Panglima, agar bisa segera dilakukan isolasi terpusat jika mendapati hasil tracing tersebut, mereka bisa ikut terpapar COVID-19

“Nanti akan melaksanakan karantina selama lima hari. Setelah itu akan dilakukan PCR. Jika dinyatakan negatif lepas dari karantina kalau positif harus melaksanakan isolasi terpusat,” Ucapnya.

Ia juga menegaskan, tempat isolasi terpusat harus disiapkan. Hal ini untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan.

Sementara itu, Kabaharkam Polri Komjen. Pol. Arief Sulistyanto, menambahkan, tracing kontak erat akan dilaksanakan secara masif. Apabila hasil tracing ditemukan masyarakat yang positif, agar mau melakukan perawatan di isolasi terpusat.

“Masih banyak masyarakat yang enggan melakukan itu. Jadi betul-betul dilakukan isolir agar tidak melebar kemana-mana, sehingga kita bisa memutus mata rantai penyebarannya,” ungkapnya.

Advertisement