Pengrajin Tahu Tempe Terancam Gulung Tikar

9.201 dilihat
Logo-icon-BIBANYUASIN, buanaindonesia.com– Para pengrajin tahu tempe di Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin terancam merugi dan gulung tikar akibat harga kacang kedelai dipasaran melambung tinggi. Untuk Kedelai Impor dari Amerika harganya mencapai Rp 9000/ Kgnya.
Kenaikan harga kacang kedelai yang terjadi sejak minggu lalu hingga saat ini menyebabkan pengrajin usaha tahu tempe di Desa Limbang Mulya milik Nandi (45) terancam merugi dan terpaksa mengurangi produksi tahu tempe.
“Tahu tempe usaha home Industri tahu tempe milik saya sudah berjalan belasan  tahun lalu, namun baru kali ini saya beli kedelai harganya seperti krisis moneter beberpa tahun silam dimana harga kacang kedelai sangat tinggi, terpaksa saya mengurangi produksi, dan nyaris usaha saya gulung tikar,” kata Nandi.
Nandi mengatakan, sangat terpukul sekali dengan kondisi saat ini dimana harga kedelai yang diimpor dari luar tidak karuan tingginya. Sementara kedelai lokal tidak ada dipasaran.
Pengrajin tempe di sini tidak ada pilihan lain kecuali mengurangi produksi, dengan trik mengurangi produksi inilah, diharapkan bisa menekan kerugian yang lebih besar.
Akibatnya berdampak pada pengurangan produksi tempe atau tahu, sebab kalau tidak habis dalam sehari pengrajin tahu tempe sendiri yang merugi.
“Kedelai mahal, kalau sudah dibuat tempe tidak bisa disimpan lama, sehari harus sudah terjual, makanya kami tidak mau mengalami rugi lebih bersar akibat beban produksi,” tambahnya.
Senada dikatakan oleh Sukwan (45) warga Talang Kelapa, bahan baku tahu tempe hanya kedelai, sampai saat ini kebutuhan akan kedelai meningkat apalagi produksi kedelai lokal terbatas mengakibatkan harga melambung.
“Beda dengan zaman orde baru dulu, pengrajin tahu tempe diayomi oleh Koperasi.  Koperasi Pengrajin  Tempe Tahu Indonesia (KOPTI) sedang saat ini koperasinya pun nyaris rubuh akibatpemerintah mencabut subidi dan memberlakukan pasar bebas,” katanya.
Pengrajin tahu tempe hanya berhadap, agar pemerintah kembali memberikan subsidi terhadap kacang kedelai agar ‘makanan khas Indonseia’ tempe harganya murah meriah mencukupi protein masyarakat.
Advertisement