
GARUT, Buana Indonesia- Merasa kesal karena sumber mata air Ciparai selalu dimanfaatkan oleh warga kabupaten lain, ratusan warga yang terdiri dari warga Sukahurip Kec.Pangatikan dan Desa.Sukamenak Kec.Wanaraja kabupaten Garut akhirnya bergotong royong membuat saluran baru guna mengalihkan aliran air agar dapat mengalir dan bisa dimanfaatkan oleh mereka.
Sumber mata air Ciparai itu selama ini selalu dimanfaatkan oleh Kabupaten Tasik Malaya, sementara keberadaanya termasuk didalam wilayah Kabupaten Garut.” Ini masih berada diwilayah Garut jadi kami juga punya hak untuk menikmatinya agar sawah kami teraliri” teriak warga dilokasi gotong royong
Kepala Desa Sukahurip Ayiyana kepada media ini menjelaskan bahwa aksi ini merupakan klimak kekecewaan warga atas ketiadaan sumber air yang mengalir ke Dua Desa akibat kekeringan,namun dilain pihak yaitu Kabupaten Tasik malaya masih tetap merasakan aliran air dari sumber mata air Ciparai “karena warga kini membutuhkan sumber mata air tersebut,maka dari itu warga bersepakat untuk mengalihkannya”papar Kades
Menurut Ayiyana, apabila sumber mata air Ciparay itu bisa dialihkan ,maka air nya bukan saja bisa digunakan warga dua desa namun bisa juga dimanfaatkan oleh 3 Kecamatan yang berada di Kabupaten Garut yakni,Kec.Pangatikan , Kec.Wanaraja Dan Kec.Sukawening.“kami berharap pemerintah kabupaten garut memberi perhatian terhadap aksi ini, karna bukan hanya menyangkut warga dua desa saja melainka menyangkut warga masyarakat banyak” tutupnya
H.Asep P.Ketua Apdesi Kec.Pangatikan yang juga Kepala Desa.Bakanloa saat dimintai keterangannya mengatakan, bahwa dirinya sangat mendukung dengan apa yang dilakukan oleh warga Desa.Sukahurip,karena penurutnya Sumber mata air Ciparay itu merupakan asset Kab.Garut yang selama ini dimanfaatkan oleh warga Kabupaten lain.
Kades Bakanloa menambahkan,bahwa apabila sumber air tersebut bisa dimanfaatkan oleh warga Desa.Sukahurip dan sekitarnya,tidak menutup kemungkinan akan mensejahterakan masyarakat tersebut termasuk Desa – Desa lainnya..(Dens)







