Rumah Sakit Dr Muhammad Husain Palembang Diduga Anak Tirikan Pengguna Jamsoskes

33.850 dilihat
gedung rumah sakit umum Palembang (poto net)

PALEMBANG, Buanaindonesia- Nasib Pengguna Jamsoskes dirumah sakit umum Dr. Mohammad Hoesin Palembanng ternyata  begitu memprihatinkan untuk bisa mengetahui jenis penyakit seorang pasien bisa memakan waktu berminggu-minggu lamanya, Ironisnya  Untuk sekedar mengetahui hasil EEG yang disarankan oleh Dr nya ,sudah dua minggu berlalu namun hasilnya masih juga belum didapatkan.

Yang lebih ironisnya lagi, perlakuan terhadap mengguna jamsoskes terkesan dibedakan dengan pasien umum.  Prihal ini dialami salah satu pasien pengguna layanan  Jamsoskes  berasal dari Kabupaten Banyuasin bernama Melti (25)  penderita dengan gejala pusing dikepala hingga  muntah-muntah.

Advertisement

“Saya berharap pelayanan dirumah sakit Umum Palembang ini lebih baik dibandingkan dirumah sakit Umum Banyuasin yang obatnya sering  kosong, tapi ternyat malah tambah berbelit-belit, ditambah lagi hanya untuk mendapatkan hasil EEG pun menunggu hingga berminggu-minggu. Namun ada pasien yang periksanya bareng dengan saya dua hari sudah dapat hasilnya  “ keluh  Melti pada  media ini kemarin senin (31/10/11)

Menurut Melti , Seperti pasien-pasien pengguna jamsoskes lain, Pada tanggal 17 Oktober  2011 Melti datang kerumah sakit Umum Muhammad Husain Palembang dengan mengambil nomer antrian diloket E.  sembari membawa surat rujukan dari rumah sakit umum Daerah Banyuasin, surat ekomendasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin serta surat keterangan tidak mampu dari daerah tempat tinggalnya.

Dari loket E Mel dirujuk untuk berobet dengan dokter Irma bagian  syaraf umum.  Sembari membawa seluruh persyaratan yang dibawa sedari rumah ditambah surat yang dikeluarkan dari loket E, Ia  datang di ruangan Dr Irma lalu  diperiksa kurang lebih beberapa menit,

“Disana Saya disarankan untuk  periksa diruangan EEG dan Di RONTGEN namun sebelumnya saya diharuskan  melegalisir surat terlebih dahulu diruangan paling belakan dirumah sakit itu,setelah itu sesuai petunjuk yang ditulis oleh Dr Irma  lalu datang lagi diloket E ntuk mengambil surat agar bisa diperiksa diruangan EEG ” lanjutnya

Merasa yakin bahwa semua persaratan yang menyangkut surat menyurat sudah selesai Kata Dia, Dengan penuh semangat dan pengharapan bahwa semuanya bisa selesai dihari itu.  Ia  langsung menuju ruang EEGuntuk meminta diperiksa diruangan itu. namun perasaannya kecewa badannya mendadak lemas tatkala salah satu petugas diruangan itu menyarankan untuk  datang keesok harinya  dengan alasan sudah kesorean

Masih menurut Ny Melti,  Esok harinya pada tanggal (18/10/11) Dia datang keruang EEG namun dirinya kembali kecewa  karna EEG tidak bisa dilakukan pada hari itu dengan alasan sudah penuh “padahal diruangan itu saya lihat cuman ada oran satu” bebernya

Karna tidak bisa banyak berbuat  sambung Melti, keesok harinya tanggal (19/10/11) ternyata beruntung karna Dia datang  langsung  diperiksa selama kurang lebih satu jam dengn cara kepala saya  ditempel dengan banyak  kabel-kabel, setelah selesai keburuntungan tidak bisa bertahan lama.

Harapan untuk bisa mengetahui hasil lebih cepat seperti pasien umum lainya  kembali punah karna petugas yang memeriksanya mengatakan  bahwa hasilnya baru bisa diketahui  setelah dua minggu.”Setelah Dua minggu saya datang keruangan EEG untuk menayakan hasilnya kepada salah satu petugas yang ada dirungan EEG, menurut petugas itu bahwa hasilnya masih diruangan sel syaraf , mungkin belum diperiksa oleh dokternya. Tinggalkan nomer telepon aja Bu nanti kalau selesai kami SMS atau silahkan tanyakan pada Dr Zul dibagian sel saraf ” ujar Melti menirukan salah satu petugas diruang EEG

 Sementara itu salah satu petugas diruangan EEG saat dihubungi media ini senin (31/10/11) menjelaskan bahwa hasil dari EEG melti  belum ada diruanganya “ kami sudah  tanyakan ke Dr bagian memeriksanya yaitu di bagian sel saraf namun belum juga dikirim kemari. Hasil Perekaman sudah kami kirim pada tanggal 19 oktober yang lau “ ucap salah satu diantara tiga petugas yang ada diruangan itu sembari menyarankan untuk menghubungi Dr Zul dibagian Sel saraf.

Dr Zul saat dihubungi media ini lewat ponsenya membenarkan bahwa hasil EEG untuk atas nama Melti masih ada diruangannya “Cuman belum dibaca oleh Dr Rasnya kalau saya sudah baca, hasil akhirnya kan  harus ditandatangani oleh Dr Ras,  beliau hari ini ada rapat mudah-mudhan besok sudah selesai” terangnya

Saat ditanya apakah ada perbedaan antara pasien umum dengan pasien jamsoskes, karna ada pasien umum hanya memakan waktu satu atau dua hari dapat hasil EEG ? “kalau perbedaansih tidak tidak ada beda, itu tergantung dari Dokternya,  ada yang lansung ditujukan ke konsulennya  dan langsung ke beliau (Dr ras red) itu yang biasanya cepet. Tapi kalau terhadap pasien jamkesmas biasanya secara kolektif. Karna  kolektif jadi menunggu banyak dulu baru dibaca” tukasnya (bi)

Advertisement