
BUANAINSUMSEL, PALEMBANG, Peliputan peristiwa teroris harus dilengkapi dengan alat pengamanan, karena peristiwa itu cukup berbahaya bagi keselamatan jiwa wartawan, untuk itu jurnalis harus membekali peralatan keamanan untuk melindungi dirinya.
Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengatakan, peliputan peristiwa teroris harus dilengkapi alat pengamanan karena peristiwa itu cukup berbahaya bagi keselamatan jiwa.
“Keselamatan utama paling utama, gunakan peralatan yang cukup untuk melindungi diri,”Kata Yosep Adi Prasetyo, saat memberi materi kepada wartawan, Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers Dalam Meliput Isu-Isu Terorisme kamis 26 Oktober 2016 di Hotel Grand Duta Palembang.
Ditekankan, wartawan harus menempatkan kepentingan publik diatas kepentingan jurnalistik “Hati-hati kalau menyiarkan live, penggerebakan aksi terorisme ini bisa menggaglkan aksi, wartawan harus mempunyai data valid tentang apa yang akan diberitakan,”ujarnya.
Dia menambahkan dalam pemberitaan harus belum tau pasti harus menggunaka kata diduga, karena wartawan bukan pengadilan, sebab berita yang disiarkan tidak sesuai akan merusak nama baik seseorang.
Sementara itu, Wakil Direktur Intelkam Polda Sumsel AKBP Heri Widagdo mengatakan pemberitaan tentang terorisme kalau tidak tepat akan membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat
Dr. Feriansyah, Sekretaris FKPT Sumsel, Dalam sambutannya mengatakan kegiatan seminar ini diikuti oleh 170 jurnalis, cetak maupun Elektronik







