BUANAINDONESIA.CO.ID MUBA– Di balik rencana peresmian Pabrik CPO KUD Sejahtera di Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman, tersimpan harapan besar ribuan petani sawit di Musi Banyuasin. Kehadiran pabrik milik koperasi itu diharapkan bukan sekadar menjadi bangunan industri baru, tetapi juga membuka jalan agar hasil panen petani memiliki nilai tambah dan memberi kesejahteraan yang lebih baik.
Harapan tersebut menjadi salah satu pembahasan saat Bupati Musi Banyuasin (Muba) H M Toha Tohet SH melakukan audiensi dan rapat koordinasi dengan Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono di Kantor Kementerian Koperasi RI, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Pertemuan itu membahas persiapan peresmian Pabrik Kelapa Sawit KUD Sejahtera sekaligus Seminar Nasional Hilirisasi Kelapa Sawit Berbasis Koperasi yang dijadwalkan berlangsung pada 11–12 Agustus 2026 di Kabupaten Musi Banyuasin.
Bupati Muba diterima langsung oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang didampingi Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus, Asisten Deputi Pengembangan Produksi Elviandi RS, serta jajaran Kementerian Koperasi.
Turut mendampingi Bupati, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan sekaligus Pimpinan KUD Sejahtera Drs Tamrin MSi, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Sumatera Selatan Dr Hj Mega Nugraha MSi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Dr H Mursalin SE MM, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah H Riki Junaidi AP MSi, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Zulkarnain SP, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Daud Amri SH, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Muhammad Agung Perdana SSTP MSi.
Bupati Toha mengatakan, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menyambut baik kepercayaan yang diberikan Kementerian Koperasi RI kepada Muba sebagai tuan rumah peresmian pabrik sekaligus penyelenggara Seminar Nasional Hilirisasi Kelapa Sawit Berbasis Koperasi.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Koperasi Republik Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada Muba. Ini merupakan kehormatan sekaligus momentum untuk memperkuat hilirisasi sawit berbasis koperasi dalam mendukung Asta Cita Presiden dan pembangunan ekonomi kerakyatan,” ujar Toha.
Menurutnya, kehadiran Pabrik CPO KUD Sejahtera diharapkan menjadi titik balik bagi petani sawit di daerah. Dengan adanya pabrik milik koperasi, hasil panen tidak lagi hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Keberadaan pabrik ini kami harapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sawit, memperkuat kelembagaan koperasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar,” katanya.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan dukungan penuh pemerintah terhadap agenda nasional tersebut. Ia bahkan mengupayakan agar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dapat hadir dalam peresmian pabrik.
“Kami siap hadir pada peresmian Pabrik CPO KUD Sejahtera dan akan berupaya agar Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto juga dapat hadir. Karena itu, seluruh persiapan harus dilakukan secara optimal agar kegiatan ini berjalan dengan baik,” ujar Ferry.
Senada, Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus menilai KUD Sejahtera memiliki potensi menjadi model pengembangan koperasi sawit di Indonesia.
“KUD Sejahtera akan kami jadikan koperasi percontohan nasional. Karena itu, profesionalisme, tata kelola, dan kepatuhan terhadap mekanisme perkoperasian harus terus dijaga agar keberhasilannya berkelanjutan dan dapat direplikasi di berbagai daerah,” katanya.
Ia menambahkan, persiapan seminar nasional dan peresmian pabrik akan terus dimatangkan melalui rapat koordinasi lintas instansi, termasuk menyusun skenario apabila Presiden Republik Indonesia dapat menghadiri kegiatan tersebut.
“Karena ini merupakan agenda nasional, seluruh persiapan harus dilakukan secara detail dan profesional agar pelaksanaannya sukses serta memberikan manfaat bagi pengembangan hilirisasi sawit berbasis koperasi di Indonesia,” tandasnya.










