Erry Gustion; Melestarikan Budaya, Merupakan Wujud Bela Negara

33.344 dibaca
Seminar
Seminar Pemberdayaan wilayah pertahanan

BUANAINDONESIA.COM, SUMSEL – Menjaga, Meningkatkan, Memelihara dan memupuk semangat bela negara merupakan hal yang penting ditanamkan kepada para pemuda. Hal ini yang mendasari diadakanya Seminar Pemberdayaan wilayah pertahanan bertemakan “Meningkatkan Semangat Bela Negara dalam rangka mewujudkan pertahanan Negara yang Tangguh” bertempat di Aula Universitas Bina Darma, Yang diiukuti Mahasiswa Bina Darma,Poltek, Kader Bangsa, Akper Kesdam, dan Tridinanti,Rabu (12/4)

Dalam seminar tersebut hadir sebagai nara sumber Ketua Bidang Organisasi & Kepemudaan PPRA LIV Lemhannas RI, Erry Gustion, SH M.K.n, Marsekal Pertama TNI Eris Widodo, dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumatera Selatan, H.Richard Chayadi  yang dimoderatori Ahmad Saripudin

Advertisement

Dalam penjelasannya Ketua Bidang Organisasi & Kepemudaan PPRA LIV Lemhannas RI, Erry Gustion mengatakan, Melestarikan kekayaan budaya, terutama kebudayaan daerah yang beraneka ragam merupakan wujud sikap bela negara saat ini.

“Untuk para pelajar, bisa diwujudkan dengan sikap rajij belajar, sehingga nantinya akan muncul Sumber Daya Manusia yang handal,”jelasnya

Ditambahkanya, Pengaruh budaya asing merupakan suatu keniscayaan ditengah tuntutan era globalisasi “Perlu dilakukan penyaringan agar berbagai budaya budaya asing agar tidak merusak budaya luhur bangsa Indonesia,”terangnya

Sementara itu, Marsekal Pertama TNI Eris Widodo mengatakan, Disetiap negara manapun bela negara merupakan hal yang wajib bagi bagi warga negaranya, begitu juga bagi setiap warga negara Indonesia

“Negara akan hidup dengan persaingan, agar tetap hidup kita harus membelanya, melindungi dari segala bentuk ancaman,”ucapnya

Lebih lanjut, Sumpah Pemuda merupakan awal dari bentuk bela negara. Dan lebih di tingkatkan dengan wujud Cinta Tanah Air

“Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi atau golongan harud lebih ditanamkan kembali,”ucapnya

Disamping itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumatera Selatan, H.Richard Chayadi mengatakan, Apabila suatu bangsa kehilangan jati dirinya maka bangsa tersbuy tidak akan mampu bertahan hidup bahkan akan punah

“Untuk menghancurkan suatu bangsa, akan sangt mudah apabila diawali dengan menghancurkan karakter budaya bangsa,”jelasnya.

Bagaimana Menurut Anda?