Kesbangpol Palembang Berharap Forum Pembauran Kebangsaa Bisa Menjaga Kerukunan Masyarakat

527 dibaca
Foto bersama narasumber dann peserra Diskusi dan Dialog Forum Pembauran Kebangsaan dengan di Gedung Atyasa Convention Center , Kamis 7 November 2019 Palembang. Foto :Yanti

BUANAINDONESIA. CO. ID, Palembang- Kesbangpol Kota Palembang menggelar Kegiatan Diskusi dan Dialog Forum Pembauran Kebangsaan dengan tema” Kita Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Pentingnyo Integrasi Bangsa” di Gedung Atyasa Convention Center , Kamis 7 November 2019 Palembang.

Narasumber selaku pembicara adalah Kesbangpol Kota Palembang, Akademis Fisip Universitas Sriwijaya, Kesbangpol Provinsi Sumsel dan Satbinmas Polresta Palembang.

Drs Muhammad Fauzi M, Si selaku Kesbangpol Kota Palembang ketika diwawancarai mengatakan, penguatan Forum ini langkah yang positif yang dilakukan oleh Kesbangpol Kota Palembang. Terkait dengan forum kebangsaan yang sesuai dengan peraturan Menteri No 34 Tahun 2006 tentang pelihara peliharaan forum kebangsaan di Daerah secara hilarki, ketika di bentuk Provinsi Kabupaten Kota di Kecamatan dan Desa Kelurahan.

” FPK Kabupaten Kota di Sumatera Selatan sudah ada semua ada yang sudah membentuk FPK dikabupaten kota.  Ada juga yang belum untuk FPK Desa sampai kelurahan khusus Kota Palembang ini sudah cukup maju terkait dengan kinerja Pemerintah Daerah dengan anggaran dapat membentuk Forum Berkebangsaan.

Dia menjelaskan,  di 18 Kecamatan sesuai dengan tugasnya FPK Kecamatan bisa menampung aspirasi masyarakat dikecamatan masing masing dari mulai RT sampai Kelurahan.

“Dikecamatan harus multikultur juga Agama tanda kutif ada forum lain. Intinya supaya suku ,ras dan etnis dikecamatan rukun dan harmonis hidup bertetangga yang damai masing -masing saling memahami,” tutup Fauzi

Dr Azhar SH MSc M. MM selaku Akademis Fisip Universitas Sriwijaya menambahkan, memang dari dulu  Ras Etnis baik Suku disitu juga ada potensi yang dimanfaatkan orang asing.  “Sehingga kita dengan mudah untuk dikuasai. Kita melalui kesadaran Kebangsaan seperti Sumpah Pemuda di Indonesia,” ucapnya.

Menurutnya,  banyak perkembangan timbulnya permasalahan permasalahan. Dikenal juga dengan Sup Pawer diskusi maupun lainnya. “Seperti budaya kita tau budaya macam macam budaya yang diciptakan manusia termasuk Gagged yang dimanfaatkan oleh orang lain untuk menjajah kita. Saya melihat konsep kurangnya komunikasi. Dengan adanya silaturohim kita terhindar dari hal hal yang miskomunikasi adanya Persatuan dan Kesatuan makanya kita melibatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda,” pungkasnya. (Yanti)

Bagaimana Menurut Anda?