Lihat Kepulan Asap, Bupati Toha Hentikan Perjalanan dan Turun Langsung ke Lokasi Karhutla

204 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID MUBA- Perjalanan pulang Bupati Musi Banyuasin (Muba) HM Toha Tohet SH menuju Sekayu, Minggu (30/8/2026), mendadak terhenti. Bukan karena urusan agenda pemerintahan, melainkan karena kepulan asap yang terlihat dari kejauhan.

Usai menghadiri resepsi pernikahan di Kecamatan Sungai Keruh, Bupati Toha sebenarnya dijadwalkan langsung kembali ke Sekayu. Namun, saat melintas dan melihat kepulan asap di wilayah Sekayu, ia memilih menghentikan perjalanan untuk memastikan kondisi di lapangan.

Advertisement

Setelah dicek, asap tersebut berasal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan RT 12 pinggir jalan hingga masuk ke wilayah Dusun Lama RT 17 RW 6, Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu.

Tanpa menunggu lama, Bupati Toha turun dari kendaraan dan melihat langsung proses penanganan kebakaran.

Bupati Toha Pastikan Pemadaman Bergerak Cepat

Di lokasi, Bupati Toha didampingi Camat Sekayu Edi Heriyanto SH MSi. Ia juga berkoordinasi dengan BPBD Muba, TNI, Damkar, jajaran kecamatan dan kelurahan, serta unsur terkait yang tengah berjibaku memadamkan api.

Kebakaran yang diketahui mulai terjadi sekitar pukul 13.00 WIB itu langsung mendapat penanganan tim gabungan. Upaya pemadaman dilakukan untuk mencegah api menjalar dan meluas ke wilayah lain.

Bupati Muba HM Toha Tohet menegaskan, penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat. Menurutnya, kondisi di lapangan tidak boleh dibiarkan berkembang sebelum dilakukan tindakan.

“Kita harus bergerak cepat dalam menangani Karhutla. Sinergi seluruh pihak sangat penting agar api dapat segera dikendalikan dan dampaknya tidak meluas,” tegas Toha di lokasi.

Ia juga mengapresiasi personel gabungan yang sigap turun ke lapangan melakukan pemadaman.

Karhutla Tak Hanya Mengancam Lingkungan

Bagi Bupati Toha, Karhutla bukan sekadar persoalan api yang membakar lahan. Jika tidak segera dikendalikan, kebakaran dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Asap yang ditimbulkan berpotensi mengganggu kesehatan, aktivitas warga, hingga menyebabkan kabut asap meluas ke kawasan permukiman.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat ikut berperan dalam mencegah terjadinya Karhutla.

“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari jaga lingkungan dan ciptakan Muba yang aman, sehat, dan nyaman,” ujarnya.

BPBD Muba Kerahkan Tim Gabungan

Sementara itu, Kepala BPBD Muba Marko Susanto, SSTP, MSi, mengatakan tim BPBD bersama unsur gabungan langsung bergerak setelah menerima informasi kebakaran di wilayah Kelurahan Soak Baru.

Menurut Marko, kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

“Tim gabungan langsung melakukan penanganan di lokasi. Kita terus berupaya agar api dapat dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lainnya,” jelas Marko.

Kehadiran langsung Bupati Toha di lokasi menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap penanganan Karhutla. Koordinasi lintas unsur pun terus diperkuat agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan masyarakat tetap aman dari dampak asap.

Bagaimana Menurut Anda?