Ngaku Tentara, Sindikat Penipu di Jakarta Todong Warga Sumsel dengan Ancaman Mengerikan

6.188 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID JAKARTA– Hati-hati memberikan nomor WhatsApp kepada orang asing di media sosial. Bukannya mendapat teman baru, justru bisa berujung menjadi sasaran penipuan dan pemerasan. Hal inilah yang dialami seorang warga Sumatera Selatan, sebut saja Wandi, saat sedang berada di Jakarta belum lama ini.

Awalnya, Wandi menerima notifikasi ajakan kenalan dari seseorang di media sosial. Dari pesan tersebut, ia diarahkan untuk mengunduh sebuah aplikasi kencan. Setelah mengunduh, Wandi diminta menghubungi nomor WhatsApp yang tertera di aplikasi.

Advertisement

Namun, bukannya mendapat kenalan, Wandi justru menerima pesan mencurigakan. Nomor tersebut mengirimkan sebuah tautan yang diminta untuk diklik. Wandi yang curiga langsung memblokir kontak itu kemudian menghapus aplikasi dari Hp nya.

Tidak lama berselang, nomor lain menghubungi Wandi. Kali ini, pelaku mengaku sebagai pihak manajemen seorang “wanita malam” yang disebut-sebut telah dipesan oleh Wandi. Pelaku mengancam akan memviralkan Wandi di media sosial jika ia tidak segera melakukan pembatalan dengan menghubungi nomor yang ditentukan.

“Silakan hubungi pihak manajemen. Kalau tidak, saya viralkan agar keluarga dan kerabat tahu kamu sudah memesan wanita malam tapi tidak membayar,” ujar pelaku seperti ditirukan Wandi.

Ancaman itu berlanjut dengan munculnya nomor lain, kali ini menggunakan foto profil berseragam TNI. Orang tersebut mengaku sebagai aparat yang meminta Wandi bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Bahkan, ia mengancam akan mempidanakan Wandi.

“Kalau tidak selesai, saya akan bertindak. Saya akan pidanakan kamu,” kata pria itu dengan nada tinggi.

Pelaku kemudian meminta uang “pembatalan” sebesar Rp575 ribu yang harus ditransfer ke rekening atas nama Badriah. Menyadari dirinya sedang dijebak sindikat penipu, Wandi menolak, lalu memblokir seluruh nomor yang mencoba menghubunginya.

Ancaman pun semakin keras. Pelaku berseragam TNI itu mengancam akan mengejar dan menganiaya Wandi jika tidak menuruti permintaan mereka.

“Jangan main-main sama saya. Kamu akan saya buat rontok semua gigimu,” ancam pelaku.

Untungnya, Wandi tidak panik sehingga tidak menjadi korban. dan segera ia menceritakan mengenai pengalaman ini agar masyarakat lebih waspada.

“Saya harap tidak ada yang jadi korban. Intinya, jangan sembarangan memberikan nomor WhatsApp ke orang tak dikenal, apalagi mengklik tautan yang tidak jelas sumbernya,” pesan Wandi.

Kasus ini diduga dilakukan oleh sindikat penipuan dan pemerasan yang memanfaatkan identitas palsu, termasuk mengatasnamakan aparat untuk menekan korban.

Bagaimana Menurut Anda?