PWI Banyuasin dan Lapas Kelas IIA Bangun Sinergi Publikasi dan Program Pembinaan Warga Binaan

2.091 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID BANYUASIN – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banyuasin melakukan audiensi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin, Selasa (27/1/2026).

Audiensi ini bertujuan memperkuat sinergi dan kerja sama antara insan pers dan lembaga pemasyarakatan, khususnya dalam bidang publikasi dan penyebaran informasi yang akurat kepada masyarakat.

Advertisement

Ketua PWI Banyuasin, Wardoyo, S.I.Kom, mengatakan pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk mempererat hubungan kelembagaan antara media dan Lapas.

“Hari ini kami bersilaturahmi dengan Lapas Kelas IIA Banyuasin untuk membangun sinergi yang berkelanjutan antara media dan lembaga pemasyarakatan,” ujar Wardoyo.

Ia menegaskan, PWI Banyuasin siap menjadi jembatan informasi yang objektif, edukatif, dan berimbang kepada publik.

“Kami berharap audiensi ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, sekaligus mendukung terbentuknya citra pemasyarakatan yang humanis dan profesional,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Dr. Tetra Destorie Imantoro, A.Md.IP., S.Sos., M.H, menyambut baik kunjungan PWI Banyuasin dan mengapresiasi peran media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Terima kasih atas kunjungan PWI Banyuasin. Kami sangat terbuka untuk bersinergi dan berkolaborasi. Tanpa peran media, berbagai kegiatan positif yang kami lakukan tentu tidak akan diketahui masyarakat luas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kalapas juga memaparkan sejumlah program pembinaan yang tengah dijalankan. Salah satunya mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Lapas Kelas IIA Banyuasin saat ini kata dia, mengembangkan budidaya melon Inthanon melalui sistem greenhouse dengan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Program ini bertujuan membekali keterampilan dan kemandirian bagi warga binaan setelah menjalani masa pidana.

“Kami berharap warga binaan memperoleh keterampilan baru yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil panen melon Inthanon terbilang memuaskan, dengan rata-rata berat buah mencapai lebih dari 2,5 kilogram per buah, serta dinilai mampu bersaing di pasar.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi awal kolaborasi berkelanjutan antara PWI Banyuasin dan Lapas Kelas IIA Banyuasin dalam mendukung keterbukaan informasi publik serta pemberitaan yang edukatif dan konstruktif.

Viral Aplikasi Cashback Mova, Sumber Penghasilan Baru di Era Digital

Bagaimana Menurut Anda?