
OGAN ILIR buanaindonesia.com– Guna menekan angka penderita virus HIV/AIDS, khususnya di wilayah Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang tercatat memasuki akhir Tahun 2013 ini, penderita penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) di OI mengalami peningkatan mencapai 260 orang, sedangkan sejak Tahun 1995-2012 mencapai 1249 orang. Komisi Penanggulangan Aids Daerah Ogan Ilir dalam waktu dekat ini akan menggelar sosialisasi guna menekan angka penderita penyakit yang mematikan ini.
“Secara keseluruhan hingga saat ini penderita penyakit IMS berjumlah 1639 orang, sedangkan penderita virus HIV berjumlah 6 orang, 1 diantaranya telah meninggal dunia, kemudian penderita virus AIDS menunjukkan angka peningkatan hingga mencapai 5 kasus, jika dibandingkan di Tahun 2012 lalu yang hanya terdapat 2 kasus. Angka tersebut berdasarkan dari Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPA) OI” ungkap Kadinkes OI H Kosasi, SKM melalui Pengelola Program Koordinasi Program IMS Dinkes Pemkab OI Eny Triana,
“Penanggulangan yang dimaksud seperti, melaksanakan sosialisasi-sosialisasi seperti membagikan alat kontrasepsi (kondom) serta penyuluhan ke lokasi yang disinyalir merupakan tempat berkembang biaknya virus HIV/AIDS termasuk lokalisasi. Mengingat wilayah Kabupaten Ogan Ilir terletak di jalur lintas Sumatera dan Lintas Timur,” ungkap Kadinkes OI H Kosasi, SKM melalui Pengelola Program Koordinasi Program IMS Dinkes Pemkab OI Eny Triana,
Diterangkannya bahwa Ratusan alat kontrasepsi, yang akan dibagi-bagikan tersebut tidak hanya dibagikan kepada kaum laki-laki, namun ada juga alat kontrasepsi khusus perempuan. Menurut Eny Triana, pengetahuan secara komprehensif atau sosialisasi tentang HIV/AIDS akan diberikan kepada penduduk sejak usia 15-24 Tahun. Lanjutnya rata-rata penduduk yang menderita penyakit baik itu HIV/AIDS, maupun Infeksi Menular Seksual (IMS) relatif penderita tersebut masih memiliki umur yang sangat-sangat produktif dari 20-35 Tahun. (mie)







